suplemenGKI.com

SELALU ADA UCAPAN SYUKUR

1 KORINTUS 1: 4-9

 

Seperti layaknya sebuah kota pelabuhan, kota Korintus dipenuhi oleh imigran yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Selain meramaikan perekonomian di kota ini, para pendatang ini juga membawa berbagai masalah sosial. Kebobrokan moral (terutama yang berkait dengan dosa seksual) yang bercampur-aduk dengan pemujaan dewa-dewi Yunani-Romawi adalah tantangan berat yang harus dihadapi oleh jemaat Kristen di Korintus. Masalah eksternal ini masih diperparah oleh berbagai masalah internal di antara anggota jemaat sendiri. Tidak mengherankan bila jemaat Korintus dikenal sebagai jemaat yang paling bermasalah di antara jemaat purba.

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 4: Meski jemaat Korintus dirundung banyak masalah, namun Paulus tetap mengawali suratnya dengan ucapan syukur. Kepada siapakah Paulus mengucap syukur? Mengapa? Apa yang dapat kita pelajari dari sikap Paulus ini?
  2. Ayat 5-7: Anugerah apa sajakah yang dikaruniakan Tuhan kepada jemaat Korintus? (ay.5,7) Apa kesimpulan Anda mengenai kasih karunia Tuhan kepada mereka?
  3. Ayat 8-9. Kepada jemaat Korintus, Paulus menegaskan kesetiaan Allah. Dalam hal apakah mereka membutuhkan kesetiaan Allah itu? (ay.8) Apa hubungannya dengan kondisi moral kota Korintus?
  4. Jika Anda adalah anggota jemaat Korintus, apa yang akan Anda lakukan untuk membalas kebaikan dan kesetiaan Allah itu?

 

RENUNGAN

Jemaat Korintus dapat disebut sebagai jemaat yang sarat dengan masalah, dan yang sangat menyusahkan Paulus. Namun demikian Paulus tetap mengawali suratnya dengan ungkapan syukur. Tentu saja, Paulus bukan bersyukur atas banyaknya masalah itu. Paulus bersyukur karena di tengah tantangan yang demikian berat, kasih karunia Tuhan bagi jemaat ini juga berlimpah-ruah. Selain kaya dalam segala macam perkataan dan pengetahuan (dengan kata lain unggul dalam dogma dan pengajaran), anggota jemaat mereka juga memiliki karunia-karunia pelayanan yang sangat lengkap. Bukankah kenyataan ini sangat pantas untuk disyukuri?

Berbagai masalah yang menerpa hidup kita – baik dalam keluarga, pekerjaan, atau pelayanan – sering membuat kita kehilangan rasa syukur kita. Perhatian kita tertuju hanya kepada masalah-masalah tersebut sehingga kita tidak mampu melihat anugerah Tuhan kepada kita. Sikap seperti inilah yang sering membuat kita semakin terpuruk. Paulus mengajak kita melihat sebuah fakta penting bahwa sebanyak dan seberat apapun masalah kita, itu semua tidak akan mengurangi kasih karunia Tuhan kepada kita.

Sebaliknya, justru semakin berat tantangan yang harus kita hadapi maka semakin nyata pula kesetiaan Tuhan kepada anak-anakNya. Mereka tidak mungkin memisahkan diri dari lingkungan/ masyarakat mereka. Namun, membendung pengaruh buruk dari masyarakat yang rusak moral juga tidak mudah. Syukurlah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan umatNya berjuang sendirian. Dialah yang meneguhkan umatNya hingga tak bercacat sampai kesudahannya. Kesetiaan Allah yang sama juga akan menyertai pergumulan dan perjuangan umatNya di masa kini.

 

Sebanyak dan seberat apapun masalah yang Anda hadapi tidak akan dapat mengurangi kasih karunia Tuhan kepada Anda. Jadi, tetaplah bersyukur!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*