suplemenGKI.com

Kamis, 24 Maret 2016

23/03/2016

Paskah : Kristus hidup!

1Korintus 15:19-23

 

Pengantar

Kita sudah melihat bahwa ayat-ayat sebelumnya membahas panjang lebar penuh keprihatian mengenai persoalan yang rupanya menjadi perdebatan kuat di jemaat Korintus kala itu, yaitu benar tidaknya Kristus telah dibangkitkan kembali dan apakah orang-orang mati akan dihidupkan kembali. Ayat 19-23 ini melanjutkan membahas hal itu, dengan menegaskan bahwa sesungguhnyalah Yesus Kristus telah dihidupkan kembali.

Pemahaman

-  Ay. 19-20     : dalam hubungan dengan konteksnya, apa maksud ayat 19 ini? Apa pula maksudnya “Kristus … sebagai yang sulung” (bnd. ay.23)?

-  Ay. 21-26     : apakah yang ingin digambarkan dalam ayat-ayat ini?

 Ayat 19 sebenarnya menutup pernyataan keprihatinan di ayat 12-18, sekaligus mengawali penegasan bahwa Kristus telah hidup kembali.Ayat ini juga menyatakan betapa ironisnya, kalau pengikut Kristus berharap dalam Kristus pada masa hidupnya sekarang saja. Karena itu, ayat 20 menegaskan “Tetapi sekarang/sesungguhnyalah Kristus telah dibangkitkan…” (terj. lebih harfiah).

“Sebagai yang sulung” diterjemahkan dari istilah yang sering dipakai untuk persembahan berupa hasil pertama dari panen, yang biasa dipersembahkan setelah Hari-hari Paskah Israel. Hasil pertama panen dipahami sebagai lambang janji Allah dan harapan umat bahwa panen mereka akan berlanjut terus. Jadi, istilah ini melukiskan kebangkitan Kristus sebagai jaminan bahwa orang-orang yang telah mati akan dihidupkan kembali juga kelak.

Kemudian Paulus membandingkan Kristus dengan Adam. Melalui Adam manusia mengalami kematian, tetapi melalui Kristus manusia dapat mengalami kehidupan.Ada permainan makna antara istilah “manusia” dan “Adam” di ayat 21-22 ini.Dalam bahasa Yunaninya dua istilah itu berbeda, dan tidak nampak hubungan unik itu. Namun dalam bahasa Ibrani, keduanya berasal dari istilah yang sama “adam”, yang juga istilah untuk “tanah”. Jadi, kalau karena Adam yang satu itu maka semua adam atau manusia yang lain juga harus ikut mati, maka karena “Adam” yang lainnya itu, yaitu Kristus, maka semua adam atau manusia yang mati itu juga akan ikut dihidupkan kelak.

Refleksi

Kristus sudah mati karena kesalahan manusia, namun Dia juga sudah bangkit. Ini jaminan bahwa umat-Nya dapat berharap pada-Nya, karena Dia Tuhan yang hidup dan berkuasa.

Tekad

Doa: Ya Allah, tolonglah saya agar hidup sebagai orang yang merdeka dari kekhawatiran akan kuasa maut.

Tindakan

Hidup dengan semangat yang baik, menuntaskan segala tugas dan tanggungjawab yang ada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«