suplemenGKI.com

Kamis, 24 Juni 2021

23/06/2021

TAK BERKESUDAHAN KASIH SETIA TUHAN

Ratapan 3 : 22 – 33

 

PENGANTAR
Jika kita dalam keadaan baik, sehat, sukses maka kita dengan mudah memahami kasih setia Tuhan. Namun jika kita dalam kondisi sakit, gagal, terpuruk bisakah kita memahami dan merasakan kasih setia Tuhan ? Melalui renungan hari ini kita akan belajar tentang kasih setia Tuhan yang benar.

PEMAHAMAN

  1. Dalam bacaan kita nabi Yeremia membuka dengan kalimat, “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya”.  (ayat 22-23). Mengapa kasih setia Tuhan tak berkesudahan ? ( ayat 31-33 ).
  2.  Bagaimana memahami kasih setia Tuhan pada masa-masa sulit dan terpuruk ? ( ayat 24-30).

Menjadi umat pilihan Allah, yang diberkati Tuhan seharusnya membuat bangsa Yehuda taat dan setia kepada Tuhan. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Justru mereka mengabaikan Tuhan dengan menyembah berhala dan bersandar kepada bangsa lain yang secara kasat mata lebih kuat. Apa yang dilakukan oleh bangsa Yehuda adalah dosa dan kesalahan besar. Akibatnya mereka mengalami penderitaan, bangsa lain menjajah dan meluluhlantakkan kota Yerusalem, termasuk Bait suci. Dalam situasi seperti itu, bangsa Yehuda hanya bisa meratap dan menangis, karena mereka sangat menderita.

Dalam ratapan itulah mereka di sadarkan bahwa Tuhan itu penuh kasih setia. Bahkan kasih setia-Nya tidak berkesudahan dan selalu baru. Mengapa kasih setia Tuhan tak berkesudahan ? Jawabannya adalah, Pertama : Karena tidak selamanya Tuhan mengucilkan (31). Kedua : Walaupun Ia mendatangkan kesusahan, Ia juga menyayangi umat-Nya menurut kebesaran kasih setia-Nya (32). Ketiga : Tidak dengan rela hati  Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia atau umat percaya. (33). Itu berarti bahwa Kasih setia Tuhan selalu cukup untuk segala perkara kehidupan umat-Nya termasuk kita.

Mungkin saja kita sedang menghadapi banyak peristiwa yang menyedihkkan, sakit-penyakit, perekonomian terpuruk, gagal dalam usaha, dls. Namun jika kita terus berharap kepada Tuhan, maka kita akan dimampukan menghadapi setiap beban persoalan kehidupan kita. Disanalah kita akan merasakan dan menikmati kasih setia Tuhan mengalir dalam kehidupan kita. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan, Apakah anda bisa merasakan dan menikmati kasih setia Tuhan, pada saat anda sakit, menderita, terpuruk ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya, agar dapat memahami kasih setia-Mu, baik dalam suka maupun duka.

TINDAKANKU
Ketika saya menderita dan terpuruk, saya harus mendekatkan diri pada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«