suplemenGKI.com

Kamis, 24 Juni 2010

23/06/2010

Mazmur 16

Percayalah Kepada Tuhan Di Setiap Waktu

Mazmur ini adalah karya Daud, yang sangat mungkin merupakan ungkapan Daud ketika ia berada dalam pengejaran. Belajar dari kehidupan Daud, kita pasti sepakat bahwa perjalanan hidup yang dialami Daud bukanlah perjalanan yang mudah dan lancar. Sebaliknya, Daud berungkali mengalami kepahitan dan bahaya maut. Daud pernah menjadi buronan kerajaan ketika diburu untuk dibunuh, oleh Saul. Daud juga pernah berpura-pura gila di hadapan Akhis, raja orang Gat. Daud juga pernah dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Absalom, anaknya sendiri. Daud pernah kehilangan bayi yang dikasihinya. Dan banyak lagi pengalaman pahit yang pernah dilewati Daud pada masa hidupnya. Namun, di dalam perjalanan hidup yang seperti ini Daud tetap dapat melihat Tuhan sebagai Allah yang baik dalam hidupnya. Dalam mazmur karyanya, Daud secara total mengungkapkan iman percayanya hanya kepada Tuhan.

Pertanyaan-pertanyaan Penuntun:

  1. Menurut Saudara, mengapa Daud berdoa supaya Tuhan menjaga dia? Kepada siapa Daud meminta perlindungan? (ay.1)
  2. Meskipun melewati berbagai pengalaman pahit, mengapa Daud dapat mengatakan bahwa Tuhan itu baik dan bahkan tidak ada yang baik baginya selain Tuhan? (ay.2)
  3. Hal-hal apa saja yang Daud syukuri dalam hidupnya? (ay.5-11)

Renungan:

Jika kita menghayati perjalanan hidup Daud, maka sangatlah wajar jika Daud berdoa agar Tuhan menjaganya. Daud menghadapi bahaya maut secara langsung. Banyak orang yang mengejar dan memusuhinya. Sepanjang hari Ia berjuang untuk menyelamatkan diri dari musuh. Dalam situasi demikian satu-satunya harapan Daud adalah meminta Tuhan menjaganya. Daud lari dan berlindung kepada Tuhan. Daud memiliki keyakinan yang kuat bahwa jika Tuhan di pihaknya maka ia akan merasa aman. Apakah kita sedang menghadapi persoalan? Kepada siapa kita berlindung ketika kita diterpa persoalan? Apakah kita berharap kepada seseorang untuk menolong kita? Ataukah kita berharap memiliki kuasa, harta, wibawa yang lebih besar untuk dapat melepaskan kita dari problema kita? Datang dan berlindunglah kepada Tuhan. Hanya Dia yang jauh lebih besar dari persoalan kita. Percaya dan berserah pada-Nya, maka kita akan merasa aman.

Dalam pergumulannya dengan Tuhan, Daud mampu memahami kebaikan Tuhan secara utuh. Bahwa kebaikan Tuhan tidak hanya dilihat jika segala sesuatu berjalan dengan baik, indah dan sesuai kehendak kita. Jika keadaan lancar maka Tuhan baik, jika ada kesusahan maka Tuhan tidak baik. Tidak demikian. Daud meyakini kebaikan Tuhan sebab Daud tahu bahwa segala peristiwa ada dalam kuasa Allah dan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Keutuhan cara pandang inilah yang membuat Daud tidak merasa takut dengan apapun yang dialaminya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita berkata, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau?

Daud bersyukur untuk apa yang dimilikinya yang ia lihat sebagai berkat Tuhan. Daud juga bersyukur untuk pengharapan akan masa depannya, bahwa orang kudus-Nya tidak akan melihat kebinasaan.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«