suplemenGKI.com

Hukum yang Memerdekakan

 

Bacaan: Roma 7:1-6

 

Pengantar
Tanpa disadari manusia selalu memerlukan hukum, walaupun banyak orang yang tidak memahami isi hukum tersebut. Misalnya hukum Pernikahan, banyak orang yang tidak mengerti atau tahu isi hukum pernikahan, namun banyak pula orang yang tetap melangsungkan pernikahannya. Pertanyaannya apakah berarti hukum pernikahan tidak perlu? Jawabnya pasti perlu, karena dalam hukum pernikahan hak-hak dan kewajiban suami- istri sudah diatur dengan baik.

Adanya sebuah hukum bertujuan supaya manusia hidupnya dapat tertata dengan baik, manusia bisa saling menghargai satu dengan yang lain.

 

Pemahaman
Ayat  1: Apa yang dimaksudkan dengan kata-kata “bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?

Ayat 2-3: Dengan apakah Paulus menggambarkan bahwa hukum itu selalu mengikat?

Ayat 4-6: Apa perbedaan antara hukum Taurat dengan hukum Kasih?

Paulus ingin menjelaskan adanya hukum pasti akan mengikat orang tersebut, mulai ia lahir sampai meninggal dunia. Selama orang itu hidup maka keterikatan dengan hukum akan berlangsung terus. Paulus memberikan gambaran bahwa hukum itu mengikat, misalnya dengan hukum pernikahan antara suami dan istri. Selama suaminya masih ada/hidup, istrinya terikat oleh hukum kepada suaminya, namun hal ini tidak akan berlaku kalau salah satu dari pasangan tersebut menginggal dunia, keterikatan itu berakhir mana kala salah satu dari antara mereka meninggal dunia.

Paulus mengingatkan bahwa mereka dulunya terikat oleh hukum Taurat, bahkan mereka terbelenggu dengan  banyak aturan-aturan dalam hukum Taurat. Namun oleh kematian Kristus, kita semua sudah ditebusNya dan menjadi milikNya, kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita. Sehingga kita sekarang hidup dalam keadaan baru menurut Roh bukan menurut hkum Taurat.

Karena Kristuslah kita telah dibenarkan dan tidak terikat dengan hukum Taurat, Kristus telah memerdekakan kita dengan memberikan hukum kasih. Kristus senantiasa mengajarkan untuk kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama dengan segenap hati,jiwa, kekuatan dan akal budi. Hukum kasih justru memerdekakan setiap orang yang percaya, untuk hidup semakin hari semakin berbuah bagi kemulian Allah. Hukum kasih membuat kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga memampukan kita untuk dapat melayani Tuhan dan sesama dengan baik dan benar.

Refleksi
Renungkan waktu-waktu anda hidup di luar hukum kasih? Apa yang sesungguhnya kita lakukan di luar hukum kasih? Renungkan juga bagaimana kita hidup sekarang ini? Adakah perbedaan hidup yang dulu dengan sekarang ini? Mengapa sama atau berbeda?

Tekadku
Aku akan berusaha untuk hidup dalam hukum kasih? Aku akan mempraktekkan hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Tindakanku
Aku akan berbuat kasih kepada orang yang sering aku jumpai hari ini, minimal menyapa mereka dengan senyum yang hangat dan akan aku tingkatkan dengan menawarkan bantuan yang dapat aku berikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«