suplemenGKI.com

SUMBER SUKACITA

Yesaya 61:10-11

 

Pengantar
Materi dibutuhkan oleh banyak orang untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Namun materi juga menjadi sesuatu yang menjerat, jika manusia terlalu menjadikan materi sebagai satu-satunya sumber sukacita dan berpuas diri olehnya. Apabila seseorang tertimpa musibah, dukacita, bahkan kelemahan tubuh hingga menguras seluruh materi yang dimilikinya, maka sukacita pun turut lenyap. Akan tetapi jika kita memiliki sumber sukacita yang sejati, maka kita akan tetap bertahan dalam segala situasi dan kondisi. Lantas, siapakah sumber sukacita yang sejati itu?

Pemahaman

  • Ayat 10          : Apa yang sedang Yesaya rasakan dalam bagian ini?
  • Ayat 11          : Apakah yang akan dilakukan oleh Tuhan kepada umat kepunyaan-Nya?

Yesaya hidup pada saat umat pilihan Tuhan berada dalam berbagai krisis, baik itu dalam bidang spiritual, sosial dan politik. Kejayaan yang pernah diraih, hanya tinggallah kenangan. Umat Tuhan yang mengalami masa pembuangan, meratapi akan masa depannya kelak. Bagian yang kita baca hari ini merupakan pasal-pasal yang ditulis selama tahun-tahun akhir hidup Yesaya. Di tengah kondisi Israel yang sedang mengalami kehancuran, Yesaya justru bangkit menyampaikan berita sukacita. Yesaya bersukacita karena hasil karya Tuhan dalam hidup umat-Nya (ayat 10 ). Meskipun Israel berada dalam pembuangan, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka dan mendengar segala rintihan penderitaan yang dialami.

Umat diingatkan untuk kembali kepada Tuhan dengan tidak bersandar pada kekuatan bangsa lain.  Oleh sebab itu, Yesaya meyakini bahwa keselamatan pasti Tuhan nyatakan dalam kehidupan umat-Nya kelak. Tuhan sendiri-lah yang akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa (ayat 11). Dengan ungkapan ini, umat semakin dikuatkan bahwa Tuhan akan menghadirkan masa depan yang penuh harapan kepada umat-Nya dan seluruh umat akan hidup dalam kebenaran. Umat juga akan dituntun untuk menjadi pribadi yang taat dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam seluruh Firman-Nya. Karya keselamatan yang turun atas umat-Nya akan menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa lain.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak, ingatlah kembali perjalanan hidup saudara di sepanjang tahun ini. Ada begitu banyak pengalaman yang terjadi, baik itu suka maupun duka. Marilah kita merenungkan: Siapakah yang menjadi tempat sandaran dan sumber sukacita saudara selama ini? Saudara, sesungguhnya ada begitu banyak karya kebaikan yang Tuhan nyatakan dalam segala keadaan. Hal itu mengajarkan kepada kita untuk tetap bergantung kepada Tuhan dan percaya kepada rencana-Nya. Sukacita yang Tuhan berikan akan menyentuh dan mengisi kehidupan kita.

Tekadku
Tuhan, ampunilah bila selama ini aku hanya meletakkan sumber sukacita pada belas kasih dari sesama ataupun segala harta benda yang kumiliki. Aku mau menjadikan Engkau sebagai satu-satunya sumber sukacitaku dan bersedia hidup taat pada pimpinan-Mu.

Tindakanku
Aku akan belajar untuk tidak mengutamakan kebanggaan diri, segala harta benda yang menjadi milikku, serta kehebatan dan pertolongan manusia sebagai sumber sukacitaku. Aku akan membiasakan diri untuk bergantung pada Tuhan, karena Tuhan akan memberikan jalan terbaik yang dapat memberikanku sukacita yang sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«