suplemenGKI.com

Mazmur 148:7-14.

 

Ajakan Untuk Memuji-Muji Tuhan (2)

Pengantar:
Biasanya orang-orang atau kelompok orang-orang yang hidupnya suka meninggikan diri, cenderung merasa dirinya sendiri yang paling benar, sangat sulit untuk memberikan pujian kepada pihak lain. Apalagi kalau pihak lain itu adalah musuhnya atau pihak yang tidak disukainya. Dalam kamus hidup mereka yang ada adalah diri mereka sendiri yang hebat, yang benar, yang harus dipuji dan dihormati. Mereka begitu sulit mengakui kelebihan orang lain. Mereka biasanya begitu cepat menyalahkan, mencela orang lain. Jika ada orang lain berkata salah sedikit, misalnya kalimat, kata atau lafal orang lain berbicara sedikit keliru, itu sudah menjadi bahan olokan, ejekan dan cemoohan. Mengapa demikian? karena orang-orang yang demikian sebetulnya tidak pernah memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh dalam hidupnya, sebab mereka merasa diri lebih baik, lebih hebat dan pandai. Pada bacaan kita, pemazmur mengajak kepada semua ciptaan yang ada di bumi untuk memuji-muji Tuhan.

Pemahaman:

  1. Kepada siapakah atau pihak manakah seruan pemazmur  untuk memuji Tuhan ditujukan?
  2. Hendak menggambarkan siapakah pemazmur menyebut  raja bumi, pembesar, teruna, anak gadis, orang tua dan muda? (v. 10-12)
  3. Apakah alasan pokok untuk memuji-muji Tuhan? (v. 13-14)

Dalam ayat 7-9, Pemazmur hendak mengatakan bahwa semua penghuni bumi atau semua ciptaan Tuhan yang berada di bumi harus memuji-muji Tuhan. Baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak semua harus memuji Tuhan. Hal itu mengindikasikan bahwa semua ciptaan Tuhan di bumi tidak layak menjadi objek pujian, baik dari dirinya sendiri maupun dari luar dirinya sendiri, karena yang layak menerima pujian hanyalah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu.

Pemazmur menyebutkan objek-objek seperti: raja bumi, pembesar, teruna, anak gadis, orang tua dan muda sebetulnya ingin  mengingatkan bahwa siapapun yang merasa diri layak mendapat pujian, hormat atau sanjungan harus segera sadar bahwa dirinya tidak layak, dan segeralah mengarahkan orientasi pujian hanya kepada Tuhan. Kita tahu bahwa raja, pembesar, orang muda, gadis, orang tua, biasanya cenderung merasa diri hebat, kuat, berkuasa sehingga menutnut untuk dipuji. Bagi pemazmur hal itu tidak layak, karena yang layak dipuji hanya satu yaitu Tuhan pencipta, pemilik dan pemelihata ciptaan-Nya.

Kalimat “sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit” adalah bahasa penegasan tentang siapa Tuhan yang harus dipuji, yaitu Tuhan yang maha segala-galanya, itulah sebabnya Dia layak dipuji.

 

Refleksi:
Mari kita tenang sejenak, ketahuilah bahwa kita adalah ciptaan yang harus memuji-muji Tuhan yang menciptakan kita. Jangan pernah ingin dipuji, karena justru akan direndahkan.

 

Tekad:
Tuhan, ajarlah aku agar seutuhnya hidupku hanya untuk memuji-muji Engakau selamanya.

 

Tindakan:
Baik perkataan, perbuatan dan pikiran semuanya aku pergunakan untuk memuji-muji Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*