suplemenGKI.com

Roma 12:1-2

IBADAH SEJATI

PENGANTAR
Banyak orang Kristen menganggap ibadah hanya sebagai kegiatan rutin setiap hari Minggu.  Pandangan ini sangat keliru.  Ibadah yang sejati harus dilakukan setiap hari; bukan hanya dalam bentuk ritual yang rutin, melainkan dalam bentuk yang sangat praktis, yaitu sikap dan tingkah laku yang muncul dari hati yang telah dibaharui dalam Kristus.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1a. Kepada siapakah nasihat Paulus ditujukan?  Mengapa kemurahan Allah disebutkan di sini? Apa isi nasihatnya?
  • Ay. 1b. Hidup seperti apakah yang harus kita persembahkan?  Mengapa Paulus menyebutnya sebagai ibadah yang sejati?
  • Ay. 2. Sebagai wujud nyata dari mempersembahkan hidup itu, apa yang harus kita lakukan?

Nasihat Paulus ditujukan kepada setiap orang-orang yang sudah menerima kemurahan Allah, yaitu keselamatan di dalam Yesus Kristus.  Ia menasihati kita agar mempersembahkan hidup kita kepada Allah. Kemurahan Allah disebutkan di sini sebagai dasar dari nasihat yang Paulus berikan. Artinya, nasihat itu diberikan agar kemurahan Allah itu tidak disia-siakan begitu saja. Kemurahan Allah juga menjadi dasar/ alasan dari tindakan kita mempersembahkan hidup kita. Bagi Paulus, inilah cara yang terbaik untuk merespons dan mengungkapkan syukur kita atas anugerah keselamatan yang telah kita terima.

Ibadah dalam wujud persembahan hidup memang tidak mudah dilakukan. Hidup yang harus kita persembahkan adalah hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Wujud nyata dari persembahan ini adalah kehidupan kita setiap hari: sikap, tindakan, dan perkataan kita. Kriteria ”kudus” di sini berarti bahwa sikap, tindakan, dan perkataan kita harus kita gunakan sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan. Kriteria ”berkenan” di sini merujuk pada kualitas yang baik sehingga dapat diterima oleh Tuhan. Ini berarti bahwa ketika kita melakukan segala sesuatu, maka itu harus dilakukan dengan tujuan dan cara yang benar. Dengan demikian, kehidupan kita setiap hari akan memuliakan nama Tuhan.

Menjalankan kehidupan yang kudus dan berkenan di hadapan Allah tentu tidak mudah. Kita hidup di tengah dunia, di antara orang-orang yang tidak mengenal Allah dan tidak peduli terhadap rencana Allah. Sungguh mustahil untuk mendapatkan dukungan atau teladan dari mereka. Bahkan, pada kenyataannya kita sering tergoda untuk melakukan kompromi dengan mereka. Namun, kalau pun kita berada dalam situasi semacam itu, sesungguhnya Tuhan akan menolong kita dalam perjuangan kita.

REFLEKSI

Apakah kehidupan Anda sehari-hari cukup layak untuk dipersembahkan sebagai ibadah yang sejati?

TEKADKU

Tuhan, teruslah memperbaharui hatiku dan tolonglah aku mengubah sikap, tindakan, dan perkataanku yang tidak berkenan di hadapan-Mu.

TINDAKANKU

Aku akan bertanya kepada seseorang yang paling dekat denganku (suami, istri, anak, atau orang tua), mengenai tiga hal (bisa perkataan maupun kebiasaan) yang masih dia harapkan untuk aku ubah menjadi lebih baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«