suplemenGKI.com

Kamis, 23 Mei 2019.

22/05/2019

Mazmur 67.

“Berkat Tuhan Bagi Orang Percaya”

Pengantar:
Hidup yang diberkati adalah janji Tuhan bagi setiap orang percaya dan berkat itu adalah pasti, sebab janji Tuhan adalah ya dan amin. Meski demikian bukan berarti perjalanan hidup kita akan mulus tanpa pergumulan. Pergumulan, persoalan dan masalah pasti selalu ada dalam hidup kita, mengapa karena selama kita masih ada di dunia ini kita pasti akan berhadapan dengan yang namanya pergumulan, kesulitan, persoalan dan masalah hidup. Namun sebagai umat Tuhan, kita tidak perlu kuatir yang berlebihan karena kondisi dunia ini, karena Tuhan yang kita percayai siap mengasihi dan memberkati kita. Itu sebabnya pemazmur menyatakan bahwa meski di tengah masalah, ujian dan tantangan yang berat sekali pun, tangan kasih Tuhan tak pernah lelah untuk menopang kita dan penyertaan-Nya tidak pernah berubah. Untuk itu kita perlu senantiasa harus bersyukur kepada Tuhan.
Pemahaman:

  1. Mengapa kita yang harus bersyukur kepada Tuhan? (v.2, 5, 7-8)
  2. Siapa sajakah yang harus bersyukur kepada Tuhan? (v. 4-6)

Mazmur 67 ini merupakan undangan atau ajakan pemazmur kepada seluruh umat Israel untuk menaikan nyanyian syukur kepada Allah atas segala pertolongan dan berkat-berkat yang telah mereka terima, terutama berkat pembebasan dari perbudakan Mesir. Sebuah pengalaman yang sangat dahsyat ketika di tengah-tengah kepanikan, ketakutan dan kekuatiran, karena mereka dikejar oleh tentara Firaon yang tidak rela melepaskan mereka pergi dari Mesir, sebab Firaon tetap ingin menjadikan Israel sebagai budak mereka. Di saat Israel menghadapi jalan buntu, di depan terbentang laut Teberau, di belakang mereka dikejar oleh tentara Firaon, saat itu Allah menunjukkan pertolongan-Nya dengan membelah air laut sehingga umat Israel dapat berjalan di tengah-tengah laut seperti berjalan di atas tanah kering dan merekapun terlepas dari kejaran tentara Mesir (Lih. Maz 66:5-6 band Kel 14:21-22) Kisah itu bukan sekedar cerita tetapi fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri. Mungkin kita tidak akan berjalan di tengah laut seolah berjalan di tanah kering seperti yang dialami oleh bangsa Israel, tetapi sesungguhnya setiap hari kita selalu mengalami pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita masih bisa bangun pagi, bisa bekerja dan bisa melakukan hal-hal baik dalam hidup kita, semuanya itu adalah karena berkat Tuhan. Maka patutlah kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan.

Dalam bacaan Mazmur 67, beberapa kali pemazmur mengatakan “Kiranya bangsa-bangsa, suku-suku bangsa, kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!” Pernyataan-pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap orang tanpa terkecuali siapapun dia, apapun keadaannya dan di manapun ia berada harus dan patut bersyukur kepada Tuhan Allah. Mengapa? Ada dua alasan: 1) Karena Allah telah menyelamatkan, mengasihi, memberkati, memelihara dan menyinari setiap orang yang percaya dan berharap kepada-Nya, sebagai buktinya adalah apapun yang kita miliki, nikmati dan dapatkan adalah berasal dari Allah (v.2, 5, 7-8). 2) Bersyukur kepada Allah adalah bagian dari kesaksian kita kepada dunia. Pemazmur berkata “Supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa” menegaskan bahwa ketika umat Tuhan bersyukur kepada Tuhan, maka itu adalah sebuah kesaksian tentang: kebesaran, kasih dan pemeliharaan Tuhan bagi dunia (Lih. v. 2, 8)

Refleksi:
Renungkanlah. Berapa banyak berkat Tuhan yang sudah anda terima? Sudahkah anda bersyukur atasnya? Ingat bersyukur juga merupakan bagian dari kesaksian anda bagi dunia.

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, saya bersyukur atas keselamatan yang Engkau anugerahkan kepada saya, sehingga saya menjadi pewaris kerajaan Surga-Mu.

Tindakkan:
Saya mau belajar bersyukur atas segala hal yang saya terima dari Tuhan. Saya juga mau belajar bersyukur atas apapun keadaan hidup saja, karena dengan demikian saya sedang bersaksi bagi dunia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«