suplemenGKI.com

Kamis, 23 Maret 2017

22/03/2017

ALLAH HADIR DI DALAM KESULITAN

Mazmur 23:4-6

 

PENGANTAR
Setiap kita pasti meyakini bahwa Allah Maha Hadir.  Kehadiran-Nya tidak dapat dibatasi oleh apapun.  Hal itu berarti Dia juga hadir di dalam kesulitan yang kita hadapi.  Namun, sebenarnya tidak ada satupun di antara kita yang mau berada dalam situasi sulit.  Lalu, bagaimana seharusnya pemahaman kita di saat menghadapi situasi sulit?  Mari kita belajar dari pengalaman Daud sebagai pemazmur.

PEMAHAMAN

  • Ayat 4-5: Pengalaman seperti apayang pemazmur tuliskan?  Apa yang pemazmur rasakan?
  • Ayat 4-6: Apa yang pemazmur alami tentang Allah dalam pergumulan hidupnya?
  • Ayat 6: Apa komitmen pemazmur kepada Allah?
  • Pernahkah saudara mengalami keadaan sulit yang seolah tanpa kepastian berubah?

Bagi saya, lagu yang tepat menggambarkan pengalaman pemazmur dalam bagian ini adalah, “jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat.  Namun kasih Tuhan nyata, pada waktu yang tepat”.  Lagu ini mengingatkan realita hidup manusia yang ada kalanya diliputi kabut tebal, silih berganti.  Hidup percaya kita sama sekali tidak bebas dari pergumulan: sakit, kekurangan, penderitaan, kedukaan dan lain-lain akan selalu mewarnai perjalanan orang Kristen; selain tentunya pengalaman sehat, sembuh, kelimpahan, dan kesukacitaan.  Kedua hal tersebut juga dialami pemazmur.  Selain pemazmur merasakan “takkan kekurangan”, keadaan yang “berumput hijau” dengan “air yang tenang”, ia juga mengalami “lembah kekelaman” serta keadaan yang berhadapan dengan “lawan”.  Yang menarik,  dua pengalaman tersebut dialami pemazmur di dalam iman percayanya kepada Allah yang sama.  Apakah Allah tidak konsisten? Plin-plan sehingga seolah mempermainkan umat-Nya?  Apakah Allah hanya memilih hadir di satu keadaan (senang) bersama manusia? Tidak!

Kehadiran Allah sesungguhnya tidak bisa dibatasi oleh apapun. Dalam setiap keadaan, baik “berumput hijau” dan “air yang tenang” maupun “lembah kekelaman”, semuanya tidak akan memisahkan Allah dari umat-Nya.  Kasih dan penyertaan Allah hadir secara penuh memberikan kekuatan dan kemampuan menjalani semua keadaan.  Itu sebabnya, pemazmur berani berkata, “kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku.” Persoalannya apakah kita meyakini dan mau mengalami semua keadaan bersama Allah?  Bedakan dengan pemazmur yang meskipun mengalami pahit getirnya kehidupan, ia masih berkomitmen untuk “diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”  Seharusnya kita juga mau mengalami Allah di dalam segala keadaan yang Dia ijinkan terjadi? Sebab Allah juga hadir di dalam kesulitan.

REFLEKSI
Mari merenungkan, sesungguhnya Allah sepenuhnya hadirbaik suka maupun duka dalam hidup.  Di saat duka, seringkali kita tidak bisa merasakan dan mengalami kehadiran Allah.  Kehadiran-Nya terhalangi oleh kekuatiran, rasa takut, kegelisahan, dll yang menghantui hati kita.

TEKADKU
Tuhan tolonglah, agar Aku mampu menyakiniAllah yang hadir di setiap musim kehidupan.

TINDAKANKU
Aku mau memupuk hatiku agar tetap percaya sesulit apapun keadaanku, seperti tekad pemazmur ‘diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.’  Aku mau hidup dengan-Nya di setiap keadaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«