suplemenGKI.com

Kamis, 23 Juni 2016

22/06/2016

KEMERDEKAAN PALSU

Galatia 5:1-12

 

PENGANTAR
Judul renungan hari ini bersifat paradoks,  antara kemerdekaan dengan kepalsuan.  Bukankah “merdeka” berarti bebas dari ikatan, tapi mengapa dihubungkan dengan “kepalsuan”?  Berarti ada kemerdekaan yang tidak merdeka?  Mari kita temukan jawabannya.

PEMAHAMAN

Ayat 1, 2     :  apa yang Paulus pahami tentang karya Kristus bagi orang percaya?

Ayat 3, 6    :  perdebatan apa yang Paulus sampaikan di bagian ini?

Ayat 13       :  apa yang Paulus tekankan pada bagian ini?

Pernahkah merasa merdeka tapi tidak merdeka? Apa penyebabnya?

“Merdeka” dalam konteks terbatas mestinya dipahami sebagai keadaan yang benar-benar bebas tanpa ikatan.  Ibarat dulu dijajah, sekarang tidak lagi di bawah penjajahan.  Dulu terpenjara, sekarang bebas.  Jadi bukan malah sebaliknya, menyandang status “merdeka” tapi kenyataannya masuk ke dalam keadaan yang lebih berat dengan beban yang membelenggu.  Perikop kali menekankan status orang percaya di hadapan Kristus.  Paulus dengan tegas memberikan sindiran pada orang Kristen yang dalam kemerdekaannya, sebenarnya dia sedang terbelenggu.  Apa arti kemerdekaan dalam Kristus bila masih mengikatkan diri pada hal-hal yang fana?  Dengan tegas Paulus menegur, “jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” sebab “Kristus telah memerdekakan” (ayat 1).  Paulus mengatakan kebenaran ini supaya tidak ada lagi jemaat yang mengaku Kristen, tetapi di sisi lain hidupnya ditentukan oleh aturan-aturan keagamaan  yang diyakini akan menyelamatkan bila dilakukan.  Misalnya tentang sunat.

Wajar bila kemudian Paulus berkata, “jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu” (ayat 2).  Paulus dengan tegas mengingatkan mereka bahwa “kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat;  kamu hidup di luar kasih karunia” (ayat 4).  Bukan berarti pengenalan kepada Kristus sama sekali tidak berguna.  Bukan! Tepatnya, bila seseorang mengenal siapa Kristus dan kebenarannya yang menyelamatkan, masihkah butuh yang lainnya?  Sebab mengenal Kristus yang menebus kehidupan adalah kebenaran final.  Tidak ada kebenaran final yang olehnya manusia diselamatkan.  Itu sebabnya hiduplah sebagai pribadi yang merdeka, sehingga “hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (ayat 6).  Mari hidup dalam kemerdekaan yang sesungguhnya, bukan yang palsu; dan jangan lagi hidup dengan standar ganda.  Sebab kemerdekaan di dalam Kristus bersifat final dan tuntas.

REFLEKSI
Kemerdekaan karena penebusan Kristus adalah kebenaran final yang benar-benar memerdekakan orang percaya untuk hanya mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, bukan yang lain.

TEKADKU
Aku hanya ingin hidup berlandaskan pada kebenaran Kristus.  Bukan kepada kebenaran lain yang justru merenggut kemerdekaanku.

TINDAKANKU
Aku mau melakukan segala sesuatu di dalam dan oleh karena kasih kepada siapapun sebagai bukti kemerdekaan hidupku dalam Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«