suplemenGKI.com

Kamis, 23 Juli 2020

22/07/2020

1 Raja-raja 3 : 5-12

PERMINTAAN YANG TEPAT

 

Pengantar
Dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak jarang kita diperhadapkan dengan persoalan-persoalan yang rumit. Untuk menyelesaikannya tak jarang pula, memerlukan waktu yang panjang, energi dan semua daya, bahkan memerlukan pertolongan dan nasehat orang lain, agar persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang tepat.

Ketika Salomo menjadi raja Israel, ia masih sangat muda dan belum memiliki pengalaman di dunia politik. Sedangkan persoalan yang akan di hadapi sebagai seorang pemimpin sangatlah besar. Dalam renungan hari ini, kita akan merenungkan bagaimana raja Salomo memperoleh hikmatnya ?

Pendalaman

  1. Apakah tujuan raja Salomo mempersembahkan korban untuk Tuhan ( 4-5)
  2. Apa makna dari kehadiran Tuhan melalui mimpi ?  ( ayat 5-8 )
  3. Mengapa Salomo meminta Hikmat ? ( ayat 9-14 )

Di awal pemerintahan raja Salomo, ia pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Dia mempersembahkan seribu korban bakaran diatas mezbah di Gibeon. Korban bakaran adalah persembahan untuk membalas kemurahan Tuhan atas berkat-berkat yang diterima. Jadi korban bakaran Salomo adalah untuk mengucap syukur kepada Tuhan Allah, yang telah mendirikan Israel dan menjadikan makmur dan kuat. Hal ini untuk mengingatkan rakyatnya bahwa kemakmuran negara bukan karena usaha manusia tetapi karena berkat dari Allah.

Di Gibeon itulah Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi. Kehadiran Tuhan melalui mimpi ini memberikan makna bahwa Tuhan berkenan atas persembahan Salomo. Selain itu Tuhan mengaruniakan kepada Salomo suatu kejutan yang menyenangkan yaitu Tuhan mengijinkan Salomo untuk meminta apa saja yang ia mau. Ini adalah kesempatan besar dan luar biasa. Jika anda adalah Salomo, anda akan meminta apa ? Mungkin anda akan meminta harta, umur panjang, karir yang cemerlang dan lain sebagainya.

Dan sesuatu yang mengejutkan, Salomo meminta hati yang paham menimbang perkara (Hikmat – ayat 9). Dari apa yang Salomo minta kepada Tuhan, maka kita dapat melihat kerendahan hati Salomo. Dan bagaimana respon Tuhan Allah kepada permintaan Salomo ? Ayat 10 mengatakan, “Lalu adalah baik dimata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian”. Perhatikan kalimat, “adalah baik dimata Tuhan”. Itu berarti Tuhan senang dengan permintaan Salomo. Sebab permintaan (doa) Salomo tidak mementingkan diri sendiri atau tidak meminta sesuatu untuk dirinya sendiri berupa umur panjang, harta atau nyawa musuh-musuhnya tetapi ia meminta hikmat. Dari permintaan yang penuh kerendahan hati tersebut maka Tuhan mengabulkan permintaan Salomo plus dengan bonusnya, yaitu kekayaan dan kemuliaan ( ayat 13 ). Kiranya kita dapat belajar suatu sikap doa yang baru melalui teladan Salomo, dengan berdoa bagi kerajaan Allah dan sesama. Amin.

Refleksi
Marilah kita mengambil saat hening sejenak kemudian renungkanlah : Jika anda sedang berdoa yang mana yang anda minta (doakan ) terlebih dahulu ? Kerajaan Allah/orang lain atau permintaan pribadi  ? 

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah saya kalau selama ini saya hanya berdoa untuk diri sendiri dan mengabaikan sesama. Tolonglah saya untuk merubah sikap saya, dengan berdoa bagi pekerjaan Tuhan dan sesama. 

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan berdoa kepada Tuhan untuk pekerjaan Tuhan dan sesama terlebih dahulu, baru kemudian untuk diri sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«