suplemenGKI.com

MENYELESAIKAN MASALAH

1 Korintus 1:10-18

 

Pengantar
Surat 1 Korintus adalah surat yang membahas berbagai masalah, baik yang didengar oleh Paulus dari keluarga Kloe (1:1-6:20) maupun dari surat-surat mereka (7:1-16:19).Jemaat Korintus bukan sekedar mengagungkan para pemimpin lain atas nama hikmat (pasal 1-3), tetapi mereka juga mempertanyakan kredibilitas Paulus sebagai rasul (pasal 4). Di tengah situasi seperti ini, kita akan melihat bagaimana sikap Paulus dalam menghadapi persoalan tersebut. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 10          : Nasehat apakah yang diberikan oleh Paulus kepada Jemaat di Korintus?
  • Ayat 11-13    : Mengapa Paulus memberikan nasehat itu? Apa yang terjadi terjadi di Jemaat Korintus? Bagaimana cara Paulus mengatasi masalah?
  • Apa yang saudara lakukan ketika ada masalah? Menghindar, membiarkan masalah itu atau mencoba untuk menyelesaikan dan mencari jalan keluarnya?

Meskipun perselisihan yang ada cukup serius dan ditujukan untuk menyerang Paulus, namun dia tetap mampu untuk menyebut semua jemaat Korintus sebagai “saudara-saudara” (Ay. 10-11). Sapaan ini bukan sekedar kebiasaan atau formalitas. Melalui sapaan ini Paulus ingin mengajarkan bahwa persaudaraan di dalam Kristus tidak akan dapat dibatalkan oleh apapun juga, termasuk oleh perbedaan pendapat yang ada di antara mereka. Paulus tidak hanya memberikan nasehat kepada sebagian jemaat saja, tetapi untuk semua. Nasehat yang diberikan Paulus dilandaskan dengan pernyatakan “demi nama Tuhan Yesus Kristus.” Nasehat Paulus adalah: Pertama, supaya mereka seia-sekata. Kedua, supaya tidak ada perpecahan di antara mereka. Perbedaan pendapat pasti ada, karena jemaat Korintus berasal dari latarbelakang etnis, sosial dan ekonomi yang berbeda. Ketiga, supaya mereka erat bersatu dan sehati sepikir (Yun: katertismenoi supaya kamu disempurnakan dalam pikiran noi yang sama.

Paulus memberikan nasehat tersebut karena di Jemaat Korintus terjadi perselisihan/perpecahan yang melibatkan tentang pengultusan pemimpin, hal ini diungkapkan dalam kalimat “Aku dari golongan Paulus, Apolos, Kefas dan Kristus”. Mereka melibatkan nama pemimpin padahal pemimpin-pemimpin itu tidak berhubungan sama sekali dengan perselisihan yang ada. Hal ini terlihat dari pandangan positif Paulus terhadap Apolos (3:6) maupun permintaannya agar Apolos mengunjungi jemaat di Korintus (16:12). Di tengah masalah, Paulus menggunakan kesempatan itu untuk memberitakan kebenaran, mencari jalan keluar dengan memberikan nasehat dengan penuh hikmat, serta selalu berpikir positif dalam kasih persaudaraan.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana dengan kita? Masalah dan tantangan ada dalam hidup kita jangan membuat kita semakin menjauh dari Tuhan, tetapi semakin mengandalkan-Nya. Dan percaya Tuhan pasti memberikan jalan keluar. 

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya agar ketika mengalami masalah, saya tidak menyerah tetapi berusaha untuk menyelesaikan masalah dan mencari jalan keluar dengan terus memohon pertolongan dari-Mu.

Tindakanku
Ketika ada masalah khususnya dalam hal relasi, saya akan berusaha menyelesaikan dengan kerendahan hati, meminta maaf atau mau memberikan pengampunan kepada ____ (sebut nama bila ada)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«