suplemenGKI.com

I Samuel 2:18-20, 26

MENJADI TELADAN

 

Pengantar
Ada banyak cara atau jalan yang ditempuh seseorang untuk dapat memperoleh penilaian yang baik dari orang lain, salah satu caranya adalah berbuat baik terus menerus. Motivasi perbuatan baiknya adalah untuk mendapat pujian. Perhatikan bagaimana calon-calon pemimpin di negara kita saat berkampanye agar dipilih rakyat menjadi pemimpin mereka, mereka menyampaikan hal-hal baik dan melakukan banyak hal baik agar dipilih dan mendapat dukungan. Ada banyak cara yang seringkali dilakukan oleh manusia untuk mendapat penilaian baik dari sesamanya. Hanya seringkali hal-hal baik yang dilakukan itu dimotivasi oleh kepentingan yang tidak baik, yaitu agar dirinya dinilai baik.

Pemahaman
Ayat 18 – 20        Siapakah Samuel?
Ayat 26                 Mengapa Samuel sangat disukai oleh banyak orang dan juga disukai Allah?

Samuel adalah anak dari Elkana dan Hana. Orang tua Samuel telah lama merindukan kehadiran seorang anak. Saat Allah memberikan Samuel, Elkana dan Hana memenuhi nazar mereka untuk menyerahkan Samuel kepada Allah. Sehingga bisa dikatakan Samuel telah melayani Allah sejak dia masih anak-anak. Setiap tahun ibunya membuatkan Samuel jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya saat pergi bersama Elkana suaminya mempersembahkan korban sembelihan tahunan (ayat 18-19).

Samuel tumbuh menjadi pelayan Tuhan yang taat dan takut akan Tuhan (I Sam 3). Hal ini jauh berbeda dengan sikap anak-anak imam Eli yang justru melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Mereka sering memanfaatkan kekuasaan mereka untuk melakukan tindakan kejahatan. Itulah sebabnya dikatakan bahwa Allah akan menghukum anak-anak Eli (ayat 25).

Sikap hidup Samuel memperlihatkan ketaatan dan hormat kepada Allah. Ia melakukan segala sesuatu dengan ketulusan dan tanpa kepentingan apapun. Motivasi Samuel terlihat jelas dari sikapnya yakni memberikan yang terbaik buat sesama dan terlebih buat Allah. Tidak ada sikap jahat yang ditunjukkan Samuel dihadapan imam Eli maupun Allah. Itulah sebabnya ada banyak orang senang dengan Samuel, bahkan Allah sendiri juga menyukai Samuel.

Umat adalah anak-anak Allah. Sudah seharusnya sikap hidup tulus dan iklas tanpa kepentingan apapun ditunjukkan dalam sikap hidup sehari-hari. Baik dalam pelayanan, baik di tengah pekerjaan, baik di tengah keluarga, persekutuan maupun masyarakat. Samuel memperlihatkan keteladanan di usianya yang masih sangat muda. Itu memperlihatkan menjadi teladan tidak mengenal usia. Allah menghendaki anak-anak-Nya hidup takut akan DIA dan menjadi terang bagi banyak orang.

Refleksi
Umat telah dipilih dan ditetapkan menjadi anak-anak Allah. Oleh karenanya sikap hidup yang baik harus diperlihatkan. Tentunya sikap hidup yang baik ditunjukkan bukan untuk mendapat pujian atau penghargaan tetapi murni untuk Allah. Hidup anak-anak Allah harus menjadi persembahan yang indah di hadapan Allah oleh karena itu menjadi sebuah keharusan menjauhkan diri dari perilaku yang tidak baik dan tidak benar yang bertentangan dengan nilai-nilai firman Allah.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami hidup menjadi teladan baik di keluarga, di persekutuan dan di masyarakat. Jangan biarkan orang lain melihat sikap hidup kami bertentangan dengan firman-MU. Biarlah kami hadir sebagai anak-anak-Mu yang meperlihatkan kasih-Mu dan cinta-MU kepada semua orang.

Tindakanku
Membangun hubungan baik dengan anggota keluarga, rajin beribadah, rajin berdoa, memperlihatkan kepedulian pada orang-orang yang kesulitan, hidup menghormati dengan tetangga di sekitar tempat tinggal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*