suplemenGKI.com

JANJI PENYERTAAN TUHAN

Mazmur 34:16-22

 

PENGANTAR
Realita kehidupan yang lekat dengan persoalan menjadikan seseorang terbiasa menghadapinya.  Namun tidak jarang pula, hadirnya persoalan menjadi kendala bagi  kehidupan itu sendiri.  Adakah jaminan bagi orang percaya untuk tetap melangkah meski hidup senantiasa diwarnai persoalan?  Mari kita belajar dari kesaksian Daud! 

PEMAHAMAN

  • Situasi seperti apa yang melatarbelakangi bacaan hari ini? (ayat1)
  • Apa janji Tuhan bagi orang percaya? (ayat 16, 18, 20, 23)
  • Apa yang akan Tuhan lakukan kepada orang fasik? (ayat 17, 22)
  • Apakah saudara yakin janji penyertaan Tuhan?

Daud dikenal sebagai pemberani.  Beberapa peperangan  dimenangkan sehingga ia menuai pujian dari seluruh Israel.  Melimpahnya pujian yang diterima, membuat Saul iri dan memusuhi Daud.  Bahkan berusaha membunuhnya.  Daud selalu menghindar dari tangkapan Saul, meskipun ia punya tiga kali kesempatan membalas perlakuan Saul.  Daud tetap menghormati dan tidak ingin melukai Saul.  Penghormatan Daud kepada Saul bukan sekadar alasan pribadi, tetapi lebih melihat posisi Saul sebagai raja yang diurapi Allah.  Apakah setelah itu kehidupan Daud menjadi tenang tanpa persoalan?  Sama sekali tidak.

Daud masih terus bergumul menghadapi orang-orang yang membenci dirinya.  Tidak gampang.  Butuh kreativitas dan keberanian menghindarkan diri.  Bahkan terkadang butuh cara yang seolah mempermalukan dirinya sendiri, seperti pengantar di awal bacaan, “dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi” (ayat 1).  Lalu apa yang bisa kita pelajari dari perjalanan kehidupan Daud yang sarat persoalan?  Melalui mazmurnya, Daud mengungkapkan dengan jujur siapa dirinya.  Kegagalan, kesalahan tapi juga kesukacitaan dan pengharapannya kepada Allah.  Daud mengalami penggenapan janji pertolongan Allah dalam hidupnya, “kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu” (ayat 20).

Sama seperti Daud menyakini bahwa “mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong” (ayat 16) demikian juga yang berlaku bagi gereja dan umat Tuhan di masa kini.  Kehidupan kini dan nanti tidak lepas dari persoalan.  Pilihannya menyerah, bertahan atau berupaya mengatasinya.  Gereja dan umat Tuhan di masa kini harus tetap meyakini janji penyertaan Tuhan itu nyata dan benar adanya.  Tuhan memberikan jaminan,  “apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” (ayat 18).

REFLEKSI
Perjalanan kehidupan umat dan gereja Tuhan (GKI) juga tidak lepas dari persoalan.  Namun masih adakah sikap hati yang mau “berseru-seru” kepada Tuhan? Dan terus meyakini bahwa janji pertolongan-Nya nyata? 

TEKADKU
Tuhan, apapun tantangan dan persoalan hidupku;  ajar aku sebagai pribadi dan gereja (GKI) untuk tetap memegang teguh janji penyertaan Tuhan:  Yakin Engkau mendengar dan bertindak bagi umat-Mu.

TINDAKANKU
Hari ini, sebesar apapun tantangan yang aku temui, baik dalam kehidupan pribadi dan bergereja (GKI), aku tidak akan mundur.  Selalu semangat memandang dan melangkah ke depan, dengan penuh harapan.  Sebab aku percaya, janji penyertaan Tuhan selalu terbukti.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«