suplemenGKI.com

I TIMOTIUS 6:6-10

HIDUP BERKECUKUPAN

 

Pengantar
Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.Mata air itu mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “CUKUP”.Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya.Diambilnya beberapa ember untuk menampungnya.Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.Kucuran uang terus mengalir, sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Merasa masih kurang si petani menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Namun si petani belum merasa cukup sehingga dia membiarkan mata air itu terus mengalir dan mengakibatkan dirinya tertimbun. Petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata “CUKUP”.

Dalam teks bacaan Paulus menyampaikan nasihat tentang hidup yang berkecukupan.

Pemahaman

Ayat 6-8       Apakah yang dimaksudkan oleh Paulus dengan hidup berkecukupan?

Ayat 9-10    Apakah penyebab kehancuran hidup manusia?

Paulus menyampaikan nasihat kepada Timotius tentang hidup berkecukupan. Paulus menganggap hal ini sangat penting, karena ibadah rohani haruslah disertai dengan rasa cukup (ayat 6). Paulus memulai penjelasannya dengan sebuah pemahaman dasar bahwa ketika manusia lahir tidak membawa apapun ke dalam dunia ini, demikian pula ketika mereka meninggal (ayat 7). Paulus menekankan perlunya memiliki rasa cukup (ayat 8). Rasa cukup merupakan sikap hidup yang bijaksana.

Paulus melihat bahwa kehancuran hidup manusia disebabkan oleh keinginan-keinginan duniawi yang tidak mampu dikendalikan oleh manusia. Manusia ingin menjadi kaya dan kemudian menghalalkan segala cara untuk memperolehnya (ayat 9). Bahkan karena kekayaan, manusia bersedia meninggalkan imannya dan menghambakan diri pada uang (ayat 10)

Harus diakui bahwa saat ini banyak orang tanpa sadar telah memperhambakan dirinya pada uang dan kekayaan. Uang dan kekayaan dijadikan tujuan utama dalam hidup. Bahkan tidak sedikit keluarga-keluarga Kristen hancur karena menjadikan uang dan kekayaan sebagai yang terpenting dan terutama.

Kita mungkin pernah mendengar pernyataan “Uang memang bukan segalanya tetapi segala sesuatu perlu uang”. Uang selalu menjadi topik utama dalam kehidupan manusia di dunia.  Tak seorang pun yang tidak membutuhkan uang.  Kaya atau miskin semua membutuhkan uang. Namun menjadi cinta uang atau menjadi hamba uang merupakan persoalan serius. Orang Kristen tidak bisa mengabdi pada dua tuan. Manusia harus memilih antara Allah atau mamon? Jadi siapakah yang anda pilih?

Refleksi
Siapakah yang terutama dalam hidup: Allah atau uang dan kekayaan? Apakah tujuan hidupku?

Tekadku
Ya Allah mampukan kami hidup berkecukupan dan menjadikan Engkau sebagai yang utama dan terutama dalam hidup kami.

Tindakanku
Belajar mencukupkan diri. Belajar mengucapsyukur dalam segala keadaan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*