suplemenGKI.com

SALAH PAHAM

Yeremia 15:15-21

 

Pengantar
Seorang pemuda Kristen sedang bergumul untuk mencari pekerjaan yang baru karena merasa tak nyaman bekerja di kantor yang lama. Ia tertekan karena harus menghadapi beberapa rekan yang berusaha menjatuhkannya. Dalam pergumulannya untuk mencari pekerjaan yang baru, sang atasan justru bermaksud untuk menaikkan jabatannya di kantor karena melihat bahwa pemuda tersebut memiliki potensi yang sangat besar. Pemuda itu sangat terkejut. Semula ia hampir menyerah karena Tuhan tak segera menjawab doanya. Namun ia sadar bahwa dirinya telah keliru dalam menilai Allah.

Saudara, nabi Yeremia juga pernah salah dalam memahami dan menilai Allah. Bagaimanakah sudut pandang Yeremia terhadap Allah pada saat itu? Bagaimanakah respon Allah terhadap sikap Yeremia? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 15-18    : Apakah yang menjadi keluhan Yeremia terhadap Allah yang disampaikan dalam doanya?
  • Ayat 19-21    : Bagaimanakan respon Allah atas keluhan yang disampaikan oleh Yeremia?

Yeremia memulai pelayanan pada tahun ke-13 pemerintahan Raja Yosia, Raja Yehuda. Tuhan memanggil Yeremia untuk menegur bangsa Yehuda yang melakukan berbagai macam dosa: penyembahan berhala, ketidakadilan dan penyalahgunaan ibadah. Akan tetapi tugas yang harus dilakukan oleh Yeremia menemui berbagai hambatan. Umat Allah tetap hidup dalam tegar tengkuk. Dalam kondisi demikian, Yeremia bergumul kembali akan tugas dan pelayanannya sebagai seorang nabi. Ia mengungkapkan keluh kesahnya kepada Allah melalui doa.

Sebagai seorang nabi, ia bukan hanya menyampaikan Firman Allah kepada umat, melainkan juga sangat mencintai Firman Allah (ayat 16). Bahkan ketika ia sangat mencintai Firman Allah, maka ia pun melakukan Firman Allah untuk menjaga hidupnya agar tidak jatuh dalam pelanggaran (ayat 17). Kendati demikian, ketika ia telah berusaha menjaga hidupnya dengan baik, ia mempertanyakan mengapa dirinya masih harus menanggung beban penderitaan? Ia berusaha untuk sangat mencintai Firman Allah, akan tetapi ia mempertanyakan mengapa dirinya masih mengalami luka hati akibat perbuatan orang lain? Oleh karena itu, Yeremia menuduh Allah telah berlaku curang kepadanya, sehingga ia tidak percaya kepada-Nya (ayat 18). Yeremia berharap Allah dapat melakukan pembelaan terhadap dirinya, akan tetapi ia tidak merasa mendapatkannya.

Yeremia rupanya telah salah dalam memahami Allah. Allah meluruskan kembali pemikiran Yeremia yang keliru menilai-Nya dengan membuat Yeremia sebagai tembok berkubu dari tembaga (ayat 20). Maksudnya adalah penderitaan yang dialami oleh Yeremia justru akan menguatkan dan meneguhkan panggilannya sebagai seorang nabi. Yeremia akan menjadi seorang nabi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Di sisi lain, dalam penderitaan yang dialaminya, Allah sesungguhnya berjanji akan menyertai dan melepaskannya dari orang-orang jahat (ayat 21).

Refleksi
Adakalanya ketika kita menghadapi persoalan yang bertubi-tubi, kita mengeluh karena belum mendapatkan solusi yang terbaik. Di saat apa yang diharapkan belum tercapai, kita perlu memahami bahwa Allah sesungguhnya tidak tinggal diam. Justru ada begitu banyak cara yang dipakai oleh Tuhan untuk menolong umat-Nya, meskipun tidak seperti yang kita bayangkan. Jalan dan rancangan-Nya jauh melebihi apa yang dipikirkan oleh manusia.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku telah salah dalam memahami dan menilai akan Engkau. Ajarlah kami untuk tetap taat akan setiap rancangan-Mu di hidup kami.

Tindakanku
Aku akan belajar untuk tetap bersabar dan tetap hidup di jalan Tuhan ketika menghadapi tekanan atas penderitaan yang terjadi di kehidupanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«