suplemenGKI.com

Mazmur 34:12-18

MENJAGA HIDUP

 

PENGANTAR

Ada orang yang berpandangan bahwa apa yang terjadi dalam hidup sepenuhnya tergantung dengan yang “di atas”.  Tidak jelas, apakah pendapat yang dimaksud berangkat dari sikap iman atau justru sekadar mengalihkan tanggung jawab?  Bacaan hari ini mengajarkan bahwa menjaga hidup merupakan bagian dari pertanggungjawaban iman. 

PEMAHAMAN

Ayat 14-15a    :  Dua hal apa yang pemazmur minta untuk tidak dilakukan?
Ayat 15b         :  Hal apa yang pemazmur minta untuk diusahakan?

Apa yang anda pahami tentang “takut akan Tuhan”?

Pandangan di atas yang cenderung menyerahkan segala persoalan hidup sebagai urusan “di atas”, sebenarnya merupakan bentuk pengingkaran tanggung jawab manusia atas kehidupannya.  Artinya, yang bersangkutan bisa jadi sejak awal sadar bahwa peristiwa itu terjadi karena ulahnya sehingga kemudian memilih cara ‘mudah’ daripada harus bertanggung jawab.   Berbeda dengan apa yang diajarkan pemazmur, bahwa yang terjadi dalam kehidupan tidak lepas dari kesadaran diri untuk menjaga kehidupan itu sendiri.  Pemazmur dengan jelas menghubungkan antara “takut akan Tuhan” dengan “kesukaan hidup” dan “umur panjang” (ay.12, 13).  Keyakinan pemazmur lebih diperjelas lagi dengan menekankan pengajaran bahwa banyak persoalan bermula dari ketidakmampuan menjaga perkataan.  Mungkin ada hal-hal yang sebenarnya persoalan kecil dan biasa, tetapi kemudian berubah menjadi besar dan rumit karena perkataan.  Alih-alih mencari penyelesaian, malah pertengkaran yang didapat.  Itu sebabnya, pemazmur menyampaikan ajakan, “jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (ay.14); dan mendorong umat untuk mencari “perdamaian dan berusahalah mendapatkannya” (ay.15b).

Menarik memperhatikan kata “carilah” dan “berusahalah”, sebab pada kenyataannya lebih mudah memicu pertengkaran daripada mengusahakan perdamaian.  Bagi pemazmur dua kata tersebut berhubungan dengan sikap “takut akan TUHAN” (ay.12).  Alasannya jelas, bila seseorang “takut akan TUHAN” pasti dia akan menjaga hidupnya dengan cara menjauhi yang jahat dan berusaha melakukan yang baik (ay.15a).  Dua sikap ini sebagai cerminan atas sikap yang  “takut akan TUHAN” melalui ketaatan pada hukum-hukumNya.  Hanya di dalam ketaatan kepada Tuhan, seseorang akan lebih menyukai hidup dan menikmati umur panjang yang Tuhan anugrahkan.  Jadi bagi pemazmur, menjaga hidup dengan cara melakukan yang baik seturut dengan kebenaran firmanNya merupakan bentuk pertanggungjawaban hidup.

REFLEKSI 
Melakukan yang baik dalam hidup merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban iman kita di hadapan-Nya.

TEKADKU
Tuhan pimpin aku untuk senantiasa menjaga hidup dalam ketaatan akan firmanMu yang aku lakukan dalam tindakan sehari-hari.

TINDAKANKU
Mulai hari ini aku belajar menjauhi yang jahat dan berusaha menghadirkan perdamaian dengan sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«