suplemenGKI.com

Mazmur 93

 

Mengenal TUHAN ALLAH yang adalah Raja

 

Mazmur 93 yang juga disebut dengan Mazmur pendek ini dibuka dengan pernyataan yang pendek, namun sangat agung, yaitu “TUHAN adalah Raja”. Apa yang menjadi latar belakang pernyataan ini masih menjadi pertanyaan. Akan tetapi melalui pernyataan ini, terkandung pengakuan yang sangat jelas dan tegas bahwa hanya TUHAN, ALLAH Israel yang layak dan harus disebut RAJA, bukan dewa-dewa, atau berhala-berhala, atau kekuatan-kekuatan alam atau apapun juga lainnya. Hanya TUHAN, ALLAH Israel jua yang mempunyai otoritas serta kesanggupan untuk datang menghakimi bumi, sebab memang hanya DIA, Tuhan adalah Raja, yang tiada bandingnya .

 

Pertanyaan Penuntun:

  1. Dengan atau seperti apakah Pemazmur memberi gambaran tentang kemegahan yang menunjukkan identitas TUHAN sebagai Raja?  (ayat 1).
  2. Bagaimana pula pemazmur menggambarkan kejayaan tahta TUHAN? (ayat 2).
  3. Seperti apakah alam merespons kebesaran TUHAN, ALLAH Israel yang adalah Raja itu? (ayat 3-4)
  4. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, bagaimanakah seharusnya kita menyikapi setiap Peraturan Tuhan yang adalah Raja, sebagai bentuk rasa hormat kita kepada-Nya? (ayat 5)

 

Renungan

Pemazmur menggambarkan TUHAN, ALLAH Israel yang adalah Raja itu “berpakaian kemegahan”. Pakaian termasuk bagian dari kepribadian seseorang, sedangkan berikatpinggang adalah sebuah tanda siap untuk bekerja atau bertempur. Dengan kata lain, TUHAN itu digambarkan sebagai pribadi Pahlawan yang tidak saja gagah perkasa namun juga berjiwa ksatria. Lalu, jika kita membandingkan dengan Yesaya 51:9 kita mendapati bahwa kata “kemegahan” berarti kekuatan yang maha hebat. Dengan demikian, jika kedua arti kata ini digabungkan, maka pengertian sederhana yang dapat kita peroleh ialah bahwa TUHAN ALLAH yang adalah Raja itu memiliki kekuatan laksana pahlawan yang tak tertandingi oleh musuh manapun.

Lebih lanjut Pemazmur juga menggambarkan kejayaan tahta TUHAN dengan kalimat “tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada…” Ini adalah gambaran yang menjelaskan bahwa tahta ALLAH, Sang Raja itu tak mungkin bisa goyah kapanpun dan oleh apapun kekuatan di dunia ini.

Setelah menggambarkan TUHAN ALLAH sebagai Raja melalui kemegahan pakaian dan kekuatan tahtaNya, Pemazmur melanjutkan dengan menguraikan respons alam terhadap kedahsyatan ALLAH  sebagai Raja. Alam yang diwakili sungai dan laut, semuanya mengangkat suara dengan gelora dan gemuruh mereka sebagai respons penghormatan terhadap kedahsyatan kuasa serta tahta ALLAH.

Jika alam yang bukan merupakan gambar dan rupa ALLAH saja sedemikian mengagungkan ALLAH sebagai Raja, tidakkah seharusnya kita melebihi mereka? Bahkan kepada kita, Sang Raja Mulia itu telah mengaruniakan peraturan dan titah-titahNya. Jika kita memandang titah ALLAH sebagai sebuah pemberian  penghormatan bagi kita,maka seharusnya kita merespons DIA dan mengenal ALLAH lebih dalam dengan cara mencintai bahkan menghidupi titah-titah ALLAH itu dalam keseharian kita. Sehingga kita juga boleh layak disebut baitNya yang kudus, sebab kita sedia hidup tunduk pada Peraturan/Titah/Firman-Nya yang membawa kita makin kudus/berkenan kepadaNya. 

ALLAH membuka diri untuk dikenal melalui Peraturan atau titah-titahNya. Maka jika kita sungguh-sungguh mencintai dan menghidupi TitahNya itu, kita dapat mengenal DIA

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«