suplemenGKI.com

Kamis, 22 Mei 2014.

21/05/2014

Mazmur 66:1-20

 

Nyanyian Pujian Sebagai Respon Atas Pertolongan Tuhan

 

Pengantar:
Pernahkah saudara mengalami masa-masa sulit dan tidak menyenangkan? Apa yang saudara pikirkan ketika berada dalam kondisi demikian? Tentu kita ingin segera mendapatkan pertolongan agar terlepas atau terbebas dari kondisi tidak menyenangkan itu bukan. Pertanyaan selanjutnya, apa yang harus kita perbuat setelah mendapatkan pertolongan! Bacaan hari ini memaparkan respon pemazmur setelah mengalami pertolongan Tuhan baik dari kesulitan maupun terhadap musuh-musuhnya (66:5-7). 

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak dijelaskan oleh pemazmur pada ayat. 8-12?
  2. Apa yang ditunjukan oleh umat Israel karena mengalami pertolongan Tuhan (v. 13-20) 

Mazmur 66 ini merupakan jenis mazmur puisi liturgis yang menyerupai madah (kata-kata pujian) yang bersifat komunal atau kolosal (v. 1-12) dan juga bersifat personal (v. 13-20) Namun baik yang bersifat komunal maupun personal, keduanya berisi kesaksian dan ajakan yang mendorong seluruh umat Israel untuk mengakui Allah Israel yang berkuasa. Kekuasaan Allah itu dibuktikan dengan telah menolong umat Israel melewati kesulitan dalam sepanjang perjalanan menuju Kanaan dan mematahkan semua musuh-musuh yang menghadang perjalanan umat-Nya. Pengakuan umat itu hendak diungkapkan melalui pujian, penghormatan dan penyembahan dalam bentuk liturgi madah baik secara komunal maupun secara personal.

Dalam ayat 8-12 banyak berisi sejarah Israel, yaitu kisah perendahan dan pemuliaannya. Ketika bangsa Israel memberontak kepada Tuhan, mereka direndahkan dan ketika bangsa Israel taat kepada Tuhan, mereka dimuliakan Tuhan. Hal itu dilakukan Allah karena keadilan Allah yang menghukum ketika umat tidak taat, kesetiaan Allah yang tidak meninggalkan ketika umat taat kepada-Nya.

Atas keadilan dan kesetiaan Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya itu, Israel meresponi dengan ungkapan syukur yang berupa madah (kata-kata pujian) disertai pernghormatan dan penyembahan kepada Allah sebagai pengakuan atas kesetiaan dan keadilan Allah. Pengakuan itu diungkapkan juga melalui perbuatan baik yakni sujud beribadah dengan membawa kurban syukur bagi Tuhan. Keadilan dan kesetiaan Tuhan telah terbukti dalam hidup kita, maka responilah dengan syukur lewat persembahan hidup kita.  

Refleksi:
Renungkanlah, betapa banyaknya keadilan dan kesetiaan Tuhan dalam hidup kita, apakah yang telah kita lakukan sebagai respons atas keadilan dan kesetiaan Allah itu?

Tekad:
Tuhan, sungguh tidak terhitung keadilan dan kesetiaan-Mu untuk menolong saya, mampukan saya untuk meresponinya dengan beryukur lewat kesetiaan saya beribadah dan melayani-Mu.

Tindakan:
Dengan sisa waktu dan hidup yang ada ini saya ingin mempergunakannya untuk mengucap syukur melalui ibadah dan pelayanan saya sebagai wujud respons atas keadilan dan kesetiaan Tuhan dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«