suplemenGKI.com

BEKAL DALAM PERJALANAN MENYONGSONG KEMULIAAN
Ibrani 4: 6-13

Di pasal sebelumnya, penulis surat Ibrani sedang menasihati jemaat untuk bertekun dalam iman mereka dan mewaspadai bahaya kemurtadan yang menyusup dalam jemaat. Karena itu, selanjutnya di pasal 4 penulis menguatkan jemaat dengan mengajak mereka mengingat kembali mengenai akan datangnya hari perhentian.
1. Ayat 6a, 6b, dan 10: Temukan tiga hal yang Alkitab jelaskan mengenai keadaan pada hari perhentian!
2. Ayat 11: Sehubungan dengan tiga keadaan tersebut, bagaimana nasihat yang diberikan kepada kita yang ingin menikmati tempat atau hari perhentian tersebut?
3. Ayat 12-13: Apa yang penulis tegaskan mengenai firman Tuhan? Apakah arti ayat ini bagi Anda secara pribadi?
4. Jika Anda meyakini kebenaran pernyataan di ayat 12-13 tersebut di atas dan mengaitkannya kembali dengan ayat 11, maka usaha seperti apa yang harus Anda lakukan dalam menyongsong hari perhentian tersebut?

Renungan
Walau semua orang tahu akan ada hari dimana kita akan berhenti dari segala pekerjaan dan kehidupan kita, pada kenyataannya banyak orang takut membicarakannya, bahkan dianggap tabu bagi kalangan tertentu. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa hari perhentian tidak bisa terelakkan dari kehidupan seseorang, namun tidak semua orang akan bisa memasuki tempat perhentian yang Tuhan siapkan, tempat dimana Tuhan berada. Hanya sebagian orang yang akan menikmati tempat perhentian bersama Tuhan, yaitu mereka yang menerima kabar kesukaan yang diberitakan kepada mereka.
Orang-orang yang telah menerima kabar kesukaan dari Tuhan tidak mungkin berdiam diri saja, melainkan ia akan mempersiapkan diri memasuki hari perhentian tersebut dengan berjuang hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Memperjuangkan hidup yang transparan di hadapan Tuhan dan sesama, berawal dari keyakinan bahwa hidup ini harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang Mahatahu, sesuai dengan ukuran firman Tuhan yang sudah diwahyukan untuk menjadi penuntun hidup orang-orang percaya. Hal ini berarti tidak ada orang Kristen yang dapat berkata bahwa ia tidak tahu bagaimana harus menjalani hidup dan mempraktikkan ketaatannya, sebab Tuhan sudah memberikan firmanNya dengan sangat jelas. Juga berarti bahwa kita akan rindu terus membaca, bergumul dengan firman Tuhan, mengingat bahwa ketaatan itu adalah perjuangan hidup setiap hari, bahkan setiap detik dalam hidup kita. Bukan sesuatu yang otomatis terjadi, melainkan sebuah perjuangan, atau peperangan. Karena itu, sebagaimana seorang prajurit maju berperang untuk menang, ia tidak akan pernah melupakan senjatanya. Betapa konyolnya, prajurit yang maju perang, tetapi ia lupa membawa senjata, bahkan merasa tidak perlu membawa senjata. Aneh bukan?! Demikian pula dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen, jika kita menyadari bahwa hidup taat itu perjuangan setiap detik, maka jangan pernah lupa membawa senjata ‘firman Tuhan’.

Orang yang menantikan hari dan tempat perhentian bersama Tuhan, kerinduan akan Tuhan dan firmanNya nampak dalam setiap harinya, sebelum hari istimewa itu tiba.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«