suplemenGKI.com

KAMIS, 22 JUNI 2017

21/06/2017

MAZMUR 69:14-18

TUHANLAH PENOLONGKU

 

Pengantar
Hidup kita tentu tidak selamanya lancar dan menyenangkan. Ada masa-masa sulit dan penuh ketegangan. Di saat itu kita tentu butuh penolong. Bacaan kita memperlihatkan bagaimana pemazmur menghadapi pergumulannya yang begitu berat. Ia membutuhkan pertolongan sehingga ia mengalami kelegaan dari situasi hidup yang sangat menghimpit dirinya.

Pemahaman
Ayat 14          Apa yang dilakukan pemazmur saat situasi hidup semakin sukar?

Ayat 15-18   Bagaimana keyakinan iman pemazmur saat kesulitan menerpa? Apa pandangan pemazmur kepada Tuhan?

Pemazmur hidup dalam situasi sulit. Ia dibenci karena melayani Tuhan dengan kesungguhan hati. Banyak orang menjadi musuhnya. Saat ia merasa terhimpit, pemazmur tidak hilang arah. Ia mengingat bahwa Tuhan adalah Sang Penolong Sejati. Karena itulah, ia berdoa kepada Tuhan memohon pertolongan (ay. 14). Ia tidak mendendam kepada orang-orang yang telah membenci dan bahkan membuat kesukaran bagi dirinya, melainkan ia memohon kepada Tuhan untuk melepaskan dia dari segala kebencian yang ia hadapi (ay. 14-16). Pemazmur yakin bahwa Tuhan dengan kasih setianya tidak akan pernah meninggalkan umat yang percaya kepadaNya dan memberikan pertolongan dalam segala situasi yang dihadapi umat Tuhan (ay. 17-18). Pemazmur menjadikan Tuhan yang pertama dan terutama saat kesulitan menerpa dan inilah yang perlu kita hayati dalam perjalanan hidup kita di masa kini.

Persoalan yang kita hadapi membuat kita kadang sulit bertahan sendiri. Oleh karena itu, kita membutuhkan penolong. Dalam kenyataan hidup sehari-hari, kita kadang lebih percaya sahabat, rekan kerja, orang pintar ketimbang Tuhan. Kita tidak jarang menjadikan Tuhan pilihan akhir yang kita temui saat kesulitan menerpa. Tuhan bagaikan ban serep yang digunakan hanya saat yang sangat amat mendesak. Kita lupa bahwa Tuhanlah Sang Penolong Sejati. Pemazmur mau mengajarkan kita untuk dapat lebih mempercayakan diri kepada Tuhan dalam segala situasi hidup kita. Jadikanlah Tuhan yang pertama dan terutama.

Refleksi
Sudahkah kita meyakini Tuhan sebagai yang terutama dalam hidup kita? Apakah kita sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan mampu menolong dalam segala situasi kehidupan kita?

Tekadku
Tuhan, kuatkankanlah iman dan percaya kami agar kami tetap menaruh pengharapan kami kepada-Mu. Dalam berbagai situasi kehidupan yang kami hadapi, biarlah kami tetap mengandalkan Tuhan.

Tindakanku
Mengawali hari dengan doa dan menghayati firman Tuhan. Selalu menjadikan Tuhan yang terutama dalam setiap pengambilan keputusan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«