suplemenGKI.com

“Prinsip Berdoa”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Ayat 7: Dalam perumpamaan yang diberikan di ayat 5-6, apa yang tidak mungkin dilakukan oleh tuan rumah kepada sahabatnya yang datang minta tolong?
  2. Ayat 8: Apa yang sekiranya dilakukan tuan rumah kepada sahabatnya?
  3. Apa maksud Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tersebut? (perhatikan kesimpulan yang Yesus katakan di ayat 13)
  4. Setelah mempelajari perkataan Yesus di perikop hari ini, temukan 2 (dua) hal prinsip yang harus kita lakukan dan yakini ketika kita berdoa! (Ayat 9-10 dan 11-12)

Renungan

Masih belajar tentang doa, kali ini Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan sederhana tentang seorang sahabat yang datang minta tolong kepada sahabatnya di tengah malam.  Dalam perumpamaan ini diceritakan bahwa sahabat/tuan rumah itu pada akhirnya mau menolong, meskipun mungkin dengan terpaksa ia harus bangun, atau mungkin hanya karena faktor sungkan dan kasihan.  Tetapi yang pasti akhirnya sahabat/tamu tersebut tertolong.  Perumpamaan ini diberikan bukan untuk menunjukkan bahwa sebenarnya Bapa di Surga sering terganggu dengan permintaan kita dan kadang terpaksa mengabulkan doa kita.  Melainkan untuk mengajak kita melihat bahwa jika manusia yang jahat saja bisa memberi pertolongan jika ada teman yang memerlukan, maka apalagi Bapa kita di Surga yang teramat baik.  Ia tentu tidak akan menutup mata dan mengabaikan begitu saja permohonan yang kita naikkan kepadaNya dalam doa.

Karena itulah di bagian akhir dari pengajaran Yesus tentang doa ini, ada dua hal prinsip yang harus kita pegang/yakini dan yang harus kita lakukan ketika kita membutuhkan pertolongan.

a. Ayat 9-10 : Minta, cari, ketok! Tuhan Yesus menggunakan tiga kata kerja untuk mendorong para murid berdoa kepada Allah Bapa. Mintalah! Ketika kita meminta kepada Bapa, berarti kita mengakui bahwa Bapa Surgawi adalah sumber segala berkat yang kita butuhkan. Carilah! Kita diperintahkan untuk mencari kehendak Allah.  Allah tahu yang terbaik untuk hidup kita, tetapi kita tidak tahu. Waktu kita mencari dengan segenap hati kehendak Allah itu, maka kita akan menemukan apa yang Tuhan ingin kerjakan melalui dan di dalam anak-anak-Nya. Ketoklah! Ada pintu yang tidak bisa kita buka sendiri karena keterbatasan kita. Hanya Allah yang dapat membukakannya bagi kita. Minta, cari, ketok, mengajak kita untuk tidak ragu datang kepada Bapa kita ketika membutuhkan pertolongan.  Datanglah dengan kesungguhan hati dan kesadaran bahwa tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa dan tidak bisa melakukan apa-apa.

b. Ayat 11-12 : Yakini bahwa Ia adalah Bapa yang Maha Baik. Keberanian dan kesungguhan kita datang memohon kepadaNya adalah karena Ia adalah Bapa yang baik.  Ia tidak mungkin merencanakan sesuatu yang buruk untuk anak-anak yang dikasihi dan yang mengasihiNya. Karena itu jangan datang kepada Tuhan dengan prasangka dan tuduhan yang buruk terhadap Tuhan, melainkan datanglah dengan pengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*