suplemenGKI.com

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Mazmur 22:23-31

 

Pengantar
Para peserta konferensi pada sebuah gereja di Nebraska diberi balon-balon yang berisi gas helium. Kemudian mereka diminta untuk melepaskan balon-balon tersebut di tengah-tengah kebaktian, yaitu pada saat mereka merasa ingin mengungkapkan sukacita. Sepanjang kebaktian, balon-balon tersebut membumbung naik satu per satu. Akan tetapi, di akhir kebaktian, sepertiga peserta belum melepaskan balon mereka. Ada yang bertanya-tanya, apakah mereka tidak dapat memikirkan satu alasan pun untuk bersukacita dan memuji Allah. Daud pasti telah melepaskan balonnya dan ia bisa bangkit dari keterpurukan yang dialaminya dengan memuji Allah. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 23-27    : Apakah yang akan dilakukan oleh pemazmur setelah melewati penderitaan yang ia alami?
  • Ayat 28-31    : Apa yang menjadi harapan pemazmur bagi nama Tuhan?

Bagian kedua mazmur ini merupakan pujian yang dikumandangkan seolah masalah sudah selesai, pemazmur merasakan penyertaan Allah (Ay. 23-31). Perubahan yang sungguh terlihat adalah perasaan dari mengeluh menjadi penuh dengan keyakinan. Keyakinan akan pertolongan Tuhan yang tepat waktu membuat pemazmur menyatakan tekadnya untuk memegahkan nama Allah di tengah-tengah umat-Nya. Kalimat “Aku akan memasyurkan nama-Mu”  (Ay. 23) apa yang diucapkan oleh pemazmur ini merupakan ikrar peralihan dari penggambarannya mengenai penderitaan menjadi ekspresi berisi puji-pujian. Sekarang keinginannya adalah mengakui di depan umum bahwa dia bergantung kepada Allah dan memberitakan kelepasan pribadinya.

Ia juga mewartakan siapakah Allah yang telah menolongnya itu kepada orang lain sehingga mereka pun dapat berharap dan memuliakan Allah. Dengan penuh harapan, pemazmur rindu segala ujung bumi berbalik kepada Tuhan (Ay. 28). Pujian pemazmur ini merupakan akhir dari doa yang sudah lama dia panjatkan. Pujiannya kepada Allah dapat membangkitkan iman orang lain kepada Tuhan. Juga mendorong orang lain untuk juga memuji-muji Tuhan. Mazmur ini mengajarkan kita untuk tetap berdoa kepada Allah saat kita sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan-Nya. Jangan menyerah dengan situasi yang membelenggu kita. 

Refleksi
Renungkanlah: Bersyukur, memuji Tuhan dan beribadah adalah tindakan iman. Dengan cara itu kita bisa tetap dekat kepada Tuhan sang penolong kita. 

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa tetap berharap kepada-mu, supaya masalah yang saya alami tidak mengurangi atau bahkan menghilangkan sukacita saya untuk bersyukur, memuji dan beribadah kepada-Mu.

Tindakanku
Saya akan bersaksi dan menceritakan pertolongan Tuhan dalam hidup saya kepada, keluarga, teman dan saudara Persekutuan doa. Menceritakan pengalaman saya ketika Tuhan menolong saya melewati masa-masa yang beraT dalam hidup. Supaya nama Tuhan dipermuliakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«