suplemenGKI.com

BERBAGI SYUKUR

Mazmur 145:5-7

 

PENGANTAR
“Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga,” demikianlah penggalan lagu ulang tahun yang biasa dinyanyikan, sebelum kue ulang tahun tersebut dipotong dan dibagi kepada yang datang, khususnya keluarga.  Kebenaran apa yang hendak disampaikan melalui lagu tersebut jika dikaitkan dengan ayat-ayat yg kita baca hari ini?  Mari kita pelajari.

 

PEMAHAMAN

  • Ayat 5             :  Apa yang menjadi alasan syukur pemazmur?
  • Ayat 6 :  Apa respons pemazmur sebagai wujud syukurnya?
  • Ayat 7 :  Apa yang hendak dimasyurkan?
  • Dalam hal apa saudara bersyukur kepada-Nya?  Bagaimana mewujudkan syukur itu?

Setelah kue dipotong, umumnya keluarga berkesempatan mendapat potongan yang pertama.  Bila anak yang berulang tahun, papa dan mama yang menerima potongan pertama.  Setelah itu baru undangan lainnya.  Momen ini mengajarkan kepada anak dan siapapun yang hadir bahwa bersyukur bukan hanya soal mengakui berkat Allah, tapi juga kesediaan membagi berkat tersebut kepada sesama.  Dimulai dari lingkungan terdekat, lalu menyebar kepada lingkungan yang lebih luas.  Tujuannya, semua orang  bisa menerima dan merasakan kebenaran berkat yang diterima pihak pengundang.  Kebenaran firman Tuhan hari ini mengajarkan hidup yang berbagi sebagai wujud syukur.  Pemazmur mengajarkan pentingnya menyatakan syukur melalui kehidupan berbagi bersama sesama: “kunyanyikan…kuceritakan” (ayat 5, 6) sehingga “perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka…kebajikan-Mu akan dimasyurkan mereka”.  Artinya, pemazmur berbagi berkat lebih dulu, sehingga orang lain merasakan berkat dan “bersorak-sorai” (ayat 7).

Tampak jelas pemazmur berhasrat mengingat segala kebaikan Allah yang terwujud melalui tindakan yang dilakukan bersama dan melalui orang lain.  Tentu yang dimaksud bukan sekadar berbagi berkat secara fisik, tetapi juga kepedulian sosial sebagai wujud “keadilan” Allah (ayat 7).  Sikap pemazmur dapat menjadi teladan keluarga Kristen untuk bersyukur dengan cara yang benar.  Bukan sekadar mengakui diberkati, tetapi juga menyatakan rasa syukur melalui karya nyata.  Beryukur melalui kepedulian kepada sesama.  Bersyukur dengan cara mewujudkan kasih Allah kepada sesama.  Mari kita mengajarkan sikap bersyukur kepada keluarga melalui momen apapun yang Allah ijinkan.  Tidak harus menunggu ulang tahun.  Jika kita selalu bisa menemukan alasan bersyukur, itu berarti kita juga selalu punya kesempatan untuk berbagi berkat kepada orang lain.  Mari wujudkan panggilan sebagai keluarga yang senantiasa berbagi syukur dalam kehidupan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Bersyukur bukan hanya mengingat berkat Allah, tetapi juga berbagi berkat-Nya bagi sesama.

TEKADKU
Tuhan tolonglah, agar kami memiliki tekad yang kuat untuk berbagi syukur di dalam kehidupan bersama keluarga kepada sesamaku.

TINDAKANKU
Aku mau menyisihkan berkat yang aku terima, juga mengajak anggota keluargaku, untuk mempersembahkan berkat bagi program kesaksian dan pelayanan di gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*