suplemenGKI.com

Markus 10:46-52

IMAN BARTIMEUS

PENGANTAR
Tiga hal ini dapat menjadi indikator kualitas iman kita kepada Kristus: 1) bagaimana kita memanggil Dia, 2) apa yang kita minta dari-Nya, dan 3) bagaimana cara kita meminta kepada-Nya. Tiga indikator inilah yang kita lihat pada Bartimeus. Kota Yerikho tidak jauh dari Yerusalem.  Kota ini sangat ramai, khususnya menjelang perayaan Paskah.  Jadi, ini adalah kesempatan yang baik bagi seorang pengemis seperti Bartimeus untuk mendapatkan lebih banyak uang. Namun, Bartimeus tahu bahwa Yesus sanggup memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang.

PEMAHAMAN

  • Ay. 46-48.    Penderitaan apa saja yang harus dipikul Bartimeus? Anak Daud’ adalah panggilan mesianik (untuk menyebut seorang mesias).  Mengapa Bartimeus memanggil Yesus dengan cara demikian?  Apa artinya?
  • Ay. 49-51.    Bagaimana reaksi Yesus? Bagaimana reaksi Bartimeus ketika Yesus memanggilnya? (ay.49-50).  Mengapa Bartimeus menanggalkan jubahnya? Apa yang diminta oleh Bartimeus? (ay.51).
  • Ay. 52.          Yesus memuji iman Bartimeus.  Dalam hal apa saja kita dapat melihat iman Bartimeus yang terpuji itu? Apa yang dilakukan Bartimeus setelah dapat melihat lagi? (ay.52b)

Bartimeus memikul penderitaan secara fisik dan sosial sekaligus: ia buta, dan ia seorang pengemis. Ketika Bartimeus diberitahu bahwa Yesus sedang lewat, dia langsung berteriak memohon belas kasihan-Nya (ay. 47), dan terus berteriak walau orang banyak berusaha membungkamnya. Mereka mungkin menganggapnya sebagai pengganggu, atau memang tidak setuju dengan sebutan Anak Daud yang digunakan Bartimeus. Anak Daud, muncul di sini untuk pertama kalinya dalam Markus, adalah sebuah gelar mesianik (2 Sam. 7:8-16). Meskipun buta, Bartimeus percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Mesias.

Sementara orang banyak berusaha membungkam Bartimeus, Yesus justru memerintahkan mereka untuk memanggilnya. Yesus tidak pernah mengabaikan orang yang membutuhkan pelayanan-Nya (lih. ay 43-45). Bartimeus merespons panggilan Yesus dengan gembira. Bartimeus menanggalkan jubah luarnya, yaitu jubah yang digunakan untuk mengumpulkan sedekah. Ia berdiri dan datang kepada Yesus. Dan, ketika Yesus menawarkan diri untuk melakukan sesuatu baginya, tanpa ragu Bartimeus meminta agar Ia memulihkan penglihatannya (ay. 51).

Yesus melihat iman Bartimeus (ay. 52a). Iman Bartimeus nampak jelas dari apa yang dilakukannya: 1) ia memanggil Yesus dengan sebutan mesianik, Anak Daud, 2) ia pantang menyerah untuk memohon belas kasihan-Nya, 3) ia meminta Yesus memulihkan penglihatannya. Iman itu juga yang mendorongnya untuk mengikut Yesus setelah ia mendapatkan kembali penglihatannya.

REFLEKSI
Walau mata Bartimeus buta, namun ia memiliki hati yang siap untuk menyambut kehadiran Yesus dengan iman yang teguh.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku untuk menyediakan hatiku bagi kehadiran-Mu. Aku ingin semakin mengenal-Mu, agar aku memahami apa yang Engkau sediakan bagiku.

TINDAKANKU
Aku akan memperbaiki komitmenku dalam melakukan Saat Teduh agar aku semakin mengenal Dia dan memahami kehendak-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«