suplemenGKI.com

TINGGIKANLAH TUHAN ALLAHMU!

Mazmur 46:9-11

 

Pengantar
Ada orang yang merasa sulit untuk tersenyum dan sukacita ketika mengalami ketidakpastian dalam hidup. Bahkan ironisnya, keinginan untuk memuliakan dan meninggikan nama Tuhan pun terasa hambar.  Keinginan untuk beralih meninggalkan Tuhan pun semakin besar. Padahal jika kita menengok ke belakang, bukankah terlalu banyak karya yang Tuhan telah berikan? Bukankah dengan kuasa-Nya, Ia telah melepaskan kita dari celaka? Namun, seringkali kegelisahan dalam hidup itulah yang membuat kita tidak dapat leluasa untuk meninggikan nama-Nya. Renungan hari ini mengingatkan kepada kita untuk menanggalkan segala hal yang menghalangi kita untuk meninggikan dan memuliakan nama-Nya.

Pemahaman

  • Ayat 9-10       : Perintah apakah yang diberikan oleh Pemazmur bagi para pembacanya? Mengapa Pemazmur memberikan perintah itu?
  • Ayat 11          :Apa makna kata “diamlah” dalam bagian ini?

Pemazmur mengingatkan kepada kita untuk memandang pekerjaan Tuhan yang begitu dahsyat (ayat 9). Ia menghentikan peperangan, mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api (ayat 10). Hal ini merupakan bukti kemenangan Tuhan melawan segala kuasa di bumi. Tidak ada satu kuasa pun di bumi yang tidak tunduk pada kuasa Allah. Jika Allah telah menang melawan segala kuasa yang ada di bumi, maka seharusnya kita tak perlu kuatir dan gentar akan hari esok. Oleh karena itulah, kita diingatkan untuk senantiasa percaya akan kuasa Allah dalam diri kita dan seluruh alam semesta.

Lebih lanjut pemazmur mengajak kita berdiam (ayat 11). Kata “diamlah” bukan berarti pasif atau tidak melakukan apa-apa, melainkan sebuah perintah agar kita mau melepaskan segala hal yang menghalangi untuk memuliakan, meninggikan, dan memberikan ruang utama bagi-Nya untuk hadir dalam hati kita. Jadi, apapun hal yang saat ini membuat kita takut dan gelisah, berikan ruang di hati kita agar Tuhan bertahta dan berkarya. Jangan pernah menutup diri untuk memuliakan nama-Nya, karena dalam kondisi terburuk pun, Ia akan memberikan kemenangan dan kelegaan.

Refleksi
Ambillah secarik kertas dan tuliskanlah: Tantangan apa sajakah yang saat ini membuat saudara tidak dapat meninggikan dan memuliakan Allah dengan leluasa? Renungkanlah: sudah berapa lama saudara hanyut dalam tantangan tersebut? Tindakan nyata apakah yang telah saudara lakukan agar bagkit dari tantangan itu? Apakah saudara telah memberikan ruang di hati agar Tuhan berkarya secara penuh?

Tekad
Tuhan, ampunilah bila selama ini aku terlalu sibuk dengan kepentingan maupun masalah pribadiku, sehingga aku menutup ruang hati akan kehadiran-Mu. Tolonglah aku agar dapat melepaskan hal-hal yang dapat menghalangiku untuk meninggikan dan memuliakan nama-Mu.

Tindakan
Aku akan belajar untuk melepaskan kegundahanku dalam hal…… (sebutkan, misal: pekerjaan), sehingga aku dapat memberikan ruang untuk meninggikan dan memuliakan Tuhan, serta merasakan kelegaan dan kekuatan yang Ia berikan kepadaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*