suplemenGKI.com

Mazmur 63:2-9.

 

“Kerinduan Akan Hadirat Tuhan”

 

Pengantar:
Banyak orang termasuk orang-orang yang mengaku sebagai orang percaya, ketika menghadapi situasi yang sulit, diperhadapkan pada bahaya mengancam hidupnya dan tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depannya ia akan: menyalahkan dirinya sendiri, lingkungannya dan bahkan menyalahkan Tuhan. Bahkan tidak jarang ia akan lari dari kondisi tersebut, karena seakan-akan hidup ini tidak berguna, kosong dan hampa. Tidak jarang juga ketika seseorang merasa hidupnya kosong dan hampa, ia akan membuka dirinya untuk hal-hal yang dengan mudah justru akan menghancurkan hidupnya, misalnya terlibat obat-obat terlarang, lari pada kehidupan dunia yang gelap dan berbagai hal yang bersifat dosa. Tetapi hari ini kita berjumpa dengan Daud yang sebenarnya sedang berada pada kompleksitas persoalan hidup yang tidak mudah, tetapi apakah yang dilakukan oleh Daud? Mari kita telusurinya melalui bacaan hari ini.

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak ditunjukkan oleh Daud melalui syair ayat 2-6?
  2. Apa yang hendak diajarkan Daud pada pembaca melalui ayat 8-9?

Ketika Daud menulis Mazmur 63 ini, ia sedang berada di hutan Keret di Yehuda, karena dikejar-kejar oleh Raja Saul (1Sam 22:5) Sebuah situasi yang tidak ideal sedang dialami oleh Daud. Dapat digambarkan Daud sedang mengalami suatu keadaan ketidakpastian akan masa depan, dikejar-kejar oleh dari bahaya yang mengancam jiwa karena dimusuhi oleh raja yang sedang berkuasa. Namun apa yang ditunjukkan oleh pemazmur ketika menghadapi situasi sulit itu. Pernyataan-pernyataan dalam syairnya mulai dari ayat 2-6 menunjukkan betapa Daud sangat memprioritaskan Allah, mendahulukan Allah dan mencari Allah sebelum ia melakukan hal-hal lain ketika ia berada ditengah-tengah ketidakpastian hidupnya. Pemazmur seolah-olah memenuhi pikirannya, perasaannya, kekuatirannya dan ketakutannya dengan pikiran yang mengarah pada kebaikan, kasih dan kekuatan Tuhan yang dipercayainya. Tindakkan itu ternyata cukup menolong dia sehingga tidak terlalu mengarahkan pikirannya pada persoalan-persoalan yang sedang dihadapinya. Rupanya Daud hendak mengajar dirinya untuk selalu mengingat dan mempercayai Tuhan dalam setiap musim dan situasi hidup yang dialaminya. Hal itu penting baginya agar tertanam dalam ingatannya bahwa dalam keadaan apapun yang dihadapi dalam hidupnya Tuhan selalu menjadi sumber pertolongan yang tidak pernah mengecewakannya. Bagaimana dengan saudara?

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Pernahkah saudara mengalami situasi hidup yang sangat berat dan sulit? Apa yang saudara pikirkan, harapkan dan rindukan saat itu?

Tekad:
Tuhan, seringkali ketika saya diperhadapkan pada musim kehidupan yang tidak menyenangkan tidak jarang saya justru menjauh dari-Mu, ampunilah saya ya Tuhan.

Tindakkan:
Saya mau belajar dari pemazmur, ketika berhadapan dengan kesulitan hidup saya mau ambil tindakkan untuk semakin merindukan hadirat Tuhan dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«