suplemenGKI.com

Kamis, 21 Juni 2012

20/06/2012

2 Korintus 6:1-10

Teladan Hidup Paulus

Pemberitaan Rasul Paulus pada bagian ini berpusat pada “diperdamaikan dengan Allah.”  Pengalaman iman yang tidak terjadi karena kebaikan manusia, tetapi hanya berdasarkan kasih karunia Allah.   Pengalaman iman itu pulalah yang melandasi Paulus untuk bertahan dalam pelayanannya, sesulit apapun yang dihadapinya.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Sebagai apa Paulus memposisikan dirinya dengan  para penerima suratnya?  (ayat 1)
  2. Sebagai rekan sekerja, apa yang Paulus harapkan?  (ayat 1)
  3. Bagaimana Paulus menunjukkan kualitas diri dan pelayanannya?  (ayat 3-10)
  4. Apa dasar kualitas diri Paulus ketika bertahan dalam pergumulan?  (ayat  4)

 

RENUNGAN

Jika pergumulan dan penderitaan menjadi pilihan, tidak akan ada satu orangpun yang bersedia memilihnya.  Setiap orang ingin hidup tanpa pergumulan dan penderitaan, sebab terasa tidak mengenakkan ketika pengalaman tersebut terjadi.  Pergumulan dan penderitaan tidak pernah bersifat pilihan.  Siapapun pasti mengalaminya, kalau tidak sekarang, mungkin nanti. Yang pasti sejarah hidup manusia adalah sejarah pergumulan dan penderitaan.  Bila demikian, penting untuk berkemampuan melewati pergumulan dan penderitaan, sehingga di ujung jalan bisa tampil menjadi pemenang.

Perikop ini merupakan bagian dari surat pastoral yang berisi teguran dan peneguhan yang Paulus kirimkan kepada jemaat di Korintus.  Penulisan surat didasarkan pada fakta persoalan yang terjadi di seputar kehidupan jemaat Korintus, baik yang berasal dari budaya Korintus maupun tantangan internal jemaat sendiri.  Itu sebabnya, “sebagai teman-teman sekerja” Paulus menasihatkan jemaat supaya tidak “membuat sia-sia kasih karunia Allah.”  Artinya, sebesar apapun tantangan yang mengakibatkan penderitaan, hendaknya mereka tetap setia dan senantiasa melakukan apa yang benar seturut dengan iman Kristen.   Dalam konteks inilah, Paulus kemudian menceritakan bagaimana ia melewati pergumulan dan penderitaan  dalam pelayanannya.  Dalam pergumulannya Paulus tetap menjaga kebersihan diri sebagai pelayan Allah dengan cara “menahan dengan penuh kesabaran” (ayat 4).   Makna kesabaran di sini adalah kesanggupan Paulus untuk menerima dan menjalani penderitaan sebagai bagian dari pelayanan.  Dalam pergumulannya, Paulus juga teguh menjaga “kemurnian hati” yaitu menghindarkan diri dari dosa dan tidak mencari puji-pujian yang sia-sia.  Bagi Paulus, kemuliaan pelayanan adalah milik Tuhan.  Terakhir, penderitaan apapun tidak akan menghentikan Paulus untuk tetap melakukan kebaikan dan pemberitaan  kebenaran Allah.  Paulus sadar hanya dengan cara inilah kasih karunia Tuhan tidak menjadi sia-sia dalam hidupnya.

Jemaat terkasih, pelayanan adalah bagian dari kehidupan yang tidak lepas dari persoalan.      Adakah keadaan  hari ini membuat kita mundur dari pelayanan?  Adakah penderitaan yang kita alami sebanding dengan penderitaan Paulus, yang seolah mendorong  kita punya alasan untuk mundur?   Jangan menyianyiakan kasih karunia Tuhan yang telah  menyelamatkan.  Kasih karuna itu jugalah  yang membuat torehan hati untuk terus berkomitmen melayani Tuhan sepanjang hidup.  Pandanglah Kristus yang telah memakai Paulus dalam kesetiaannya melayani.

Wujudkan kasih karunia Tuhan dengan kesediaan dan kesetiaan melayani

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«