suplemenGKI.com

Kamis, 21 Juli 2011

20/07/2011

Mazmur 119:129-144

Firman Tuhan Itu Ajaib.

 Mazmur 119 tergolong pada mazmur kebijaksanaan.  Di dalamnya tertulis suatu renungan tentang Taurat/ketetapan-ketetapan TUHAN yang dipandang sebagai anugerah yang paling berharga.   Pengagungan Taurat dalam mazmur ini menjadi cerminan pengalaman riil pemazmur bahwa TUHAN sungguh ada dan dapat diandalkan.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Bagaimana pemazmur mengungkapkan pengharapannya akan Taurat? (ayat 133-134)
  2. Pengalaman riil apa yang pemazmur alami bersama TUHAN? (ayat 137, 140, 143)
  3. Bagaimana pemazmur menggambar perbedaan antara dirinya dengan orang yang mengabaikan firman Tuhan?  (ayat 136, 139)
  4. Bagaimana pemazmur menggambarkan kekuatan yang ia dapatkan dari firman Tuhan?  (ayat 137, 138, 142-144)

 RENUNGAN

Masihkah TUHAN dan firmanNya dapat diandalkan?  Masihkan firmanNya berkuasa menolong umatNya?  Atau relevankah membaca dan merenungkan firman Tuhan di jaman yang super sibuk ini?  Pengalaman hidup pemazmur dapat menjadi cerminan bahwa firman Tuhan sungguh ajaib bagi kehidupan orang percaya.  Keajaiban apa yang ditampilkan oleh Taurat Tuhan? Pemazmur memberikan suatu gambaran tentang apa yang dimaksud dengan keajaiban Taurat Tuhan, seperti “ajaib, memberi terang, memberi pengertian” (ayat 129, 130). Ungkapan-ungkapan ini bukanlah isapan jempol, tetapi sesuatu yang telah dibuktikan kebenarannya oleh pemazmur ketika ia menjalankannya, bahkan mengalaminya. Mungkin pemazmur tidak akan mengatakan hal ini jika ia tidak mengalaminya sendiri. Taurat Tuhan mampu memberi terang tidak hanya bagi akal budi, tetapi seluruh hidup. Taurat Tuhan juga memberikan kepada kita pengertian Ilahi.

Meskipun pemazmur telah menyaksikan, dan menghayati keajaiban Taurat Tuhan, ia tetap menyadari bahwa ia atau siapa saja sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menahan tekanan dari mereka yang membenci Taurat. Menyadari hal itu, pemazmur tidak henti-hentinya menaikkan tiga permintaan kepada Tuhan yang empunya Taurat. Pertama, agar Tuhan meneguhkan langkahnya, sehingga kejahatan tidak menguasainya (ayat 133). Kedua, agar Tuhan membebaskannya dari pemerasan manusia (ayat 134), dan ketiga, agar Tuhan tetap mengajarkan kepadanya ketetapan-ketetapan Tuhan, sehingga ia tidak melupakan Taurat Tuhan. 

 Bagaimana kita bisa mempunyai kehidupan seperti yang dialami pemazmur?  Ayat 138 menegaskan bahwa kebenaran Taurat Tuhan dinyatakan “dalam keadilan dan dalam kesetiaan belaka”.  Artinya, kebenaran Taurat Tuhan dinyatakan dalam kesetiaan kita mengusahakan apa yang baik dan benar dalam kehidupan.  TUHAN mengajarkan kebenaran TauratNya melalui kesediaan berpengalaman bersama Dia, seperti diungkapkan pemazmur, “aku ditimpa kesesakan dan kesusahan, tetapiperintah-perintahMu menjadi kesukaanku” (ayat 143).

Tidak dapat kita pungkiri bahwa dunia sekarang ini lebih tertarik dan terkuras waktunya untuk mencari solusi terbaik bagi kepentingan dirinya sendiri. Ketertarikan ini ternyata mengakibatkan merosotnya minat diri untuk beribadah kepada Tuhan, dan membaca Alkitab. Mengapa? Apakah karena kita tidak lagi mengakui bahwa firman Tuhan itu luar biasa dan ajaib?  Manusia cenderung menuntut bukti tapi tidak bersedia mengalami.  Bagaimana bisa?

 Baca dan lakukan firmanNya, maka kita akan berjumpa dengan keajaiban TUHAN

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«