suplemenGKI.com

Roma 9:1-5

MENGATAKAN KEBENARAN

PENGANTAR
Kebenaran harus diungkapkan. Namun, tidak selalu mudah berterus-terang mengatakan kebenaran. Ada kalanya kebenaran yang harus kita ungkapkan itu adalah sebuah kenyataan yang tidak menyenangkan, dan kita harus mengatakannya kepada orang-orang yang kita hormati atau yang mempunyai hubungan dekat dengan kita.  Hal itu juga yang dirasakan Paulus ketika harus berbicara mengenai kegagalan bangsa Israel, leluhurnya, dalam memahami dan menerima kebenaran Allah.  Prinsip dan cara yang digunakan Paulus dalam perikop ini dapat menjadi contoh bagi kita.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-2.    Ketika mengungkapkan sebuah kebenaran, hal apa saja yang berperan/digunakan oleh Paulus? Bagaimana perasaan Paulus ketika itu?
  • Ayat 3.        Dari pernyataan Paulus ini apa yang dapat kita ketahui tentang hubungan Paulus dengan orang-orang Yahudi? (lihat juga 10:1). Apa yang dapat kita teladani dari sikap Paulus ini?
  • Ayat 4-5.    Anugerah apa sajakah yang telah diterima orang-orang Yahudi?  Apa tujuan Paulus mengungkapkan semua ini? (lihat ayat 5b).

Bagaimana Paulus mengatakan kebenaran? Pertama, Paulus menggunakan suara hatinya. Akal atau pikiran saja tidaklah cukup. Untuk mengungkapkan hal-hal yang tidak menyenangkan mutlak diperlukan ketulusan. Kedua, Paulus melibatkan Roh Kudus. Menggunakan suara hati tentu saja sangat baik. Namun, jauh lebih baik bila suara hati itu terlebih dahulu kita bawa ke hadapan Tuhan.  Tanggung jawab moral kita bukan hanya kepada manusia, namun juga kepada Tuhan. Ketiga, Paulus mengungkapkannya dengan keprihatinan.  Kita harus mengungkapkan hal-hal yang tidak menyenangkan itu dengan penuh belas-kasihan, bukan dengan kemarahan dan bukan juga dengan kebanggaan atau keangkuhan.

Belas-kasihan Paulus kepada orang-orang Israel bukan hanya berhenti di mulut saja.  Paulus bahkan menyatakan kerelaannya berkorban bagi mereka.  Paulus mengasihi orang-orang Israel, sekaligus juga menghormati mereka.  Paulus bukan hanya menunjuk kekurangan dan kegagalan mereka, melainkan Paulus juga mengakui kelebihan-kelebihan mereka.  Mereka adalah sebuah bangsa yang mendapatkan berbagai macam berkat ilahi.  Dan itu semua menunjukkan bahwa Allah memang mengasihi mereka.  Paulus mengajak mereka bersyukur dan senantiasa memuji Dia atas semua anugerah itu.

REFLEKSI
Kebenaran tidak diungkapkan dengan kemarahan dan keangkuhan, melainkan dengan belas-kasihan dan rasa hormat.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah aku hikmat dan keberanian untuk mengatakan kebenaran, khususnya kepada orang-orang yang aku kasihi.

TINDAKANKU
Aku akan mengucapkan terima kasih kepada minimal dua orang yang telah mengatakan kebenaran kepadaku, meskipun kebenaran yang mereka sampaikan itu bukan sesuatu yang menyenangkan bagi telingaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«