suplemenGKI.com

Mazmur 124:1-5

Ungkapan Iman atas Keberpihakan Tuhan

 

Pengantar

Baris pertama dari sajak ini ini rupanya sengaja ditulis secara tak lengkap untuk menghentak dan menarik perhatian para pembacanya. Baru kemudian baris itu diulang dengan disertai penjelasan. Pemazmur punya cukup alasan untuk mengajak bangsa Israel mengatakan “jika bukan Tuhan yang memihak kita …” karena bangsa ini mempunyai begitu banyak pengalaman diselamatkan oleh Tuhan, yang berada pada pihak mereka, di tengah berbagai ancaman dan ketidakberdayaan mereka menghadapi ancaman-ancaman tersebut. Salah satu di antaranya adalah tatkala bangsa Israel dikejar oleh bala tentara Firaun, sedangkan di depan mereka adalah Laut Teberau. Di tengah menghadapi ketakutan, berkatalah Musa kepada bangsa Israel: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; …. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:13-14).

 

Pemahaman

- Ayat 1           : Menyimak apa yang diutarakan oleh Pemazmur “biarlah Israel berkata
demikian”, menurut Sdr  apa yang harus dikatakan dan mengapa?

- Ayat 2-3       : Apa yang Sdr bayangkan ketika pemazmur menggunakan kata-kata
dalam kedua ayat ini? Pernahkan Sdr mengalami peristiwa seperti ini?

- Ayat 4-5       : Barangkali gambaran yang paling jelas bagi Bangsa Israel adalah
peristiwa ketika di depan adalah air laut sedangkan di belakang
mereka adalah bala tentara Firaun yang mengejar mereka. Pernahkah
Sdr mengalami pengalaman serupa dan dalam iman mengatakan
“Jika bukan Tuhan ada di pihakku, maka aku sudah tertelan …?”

Apakah kita sebagai jemaat Tuhan merasa terpanggil untuk membuat pernyataan iman seperti Pemazmur dalam ibadah-ibadah dan perjalanan hidup kita sehingga Tuhan berkenan?  Sebaik apapun, menurut kita, ibadah dan kehidupan kita, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”  (Ibrani 11:6).

Refleksi
Menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, terutama pengalaman terluput dari masalah dan malapetaka, apakah kita lebih sering menganggap itu sebagai sebuah keberuntungan ataukah kita menghayatinya dengan kata-kata “jika bukan Tuhan yang memihak kita …”?

Tekad
Sebagai bagian dari jemaat Kristus, aku bertekad untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengungkapkan iman percayaku akan keberpihakan Tuhan (kasih setiaNya) kepada anak-anakNya yang dengan mereka Allah telah mengikat janji.

Tindakan
Mulai hari ini aku menjalani hidupku dengan kesadaran yang lebih dalam bahwa hidupku adalah hidup yang telah diselamatkan karena keberpihakan Tuhan kepadaku.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«