suplemenGKI.com
Pelayanan yang menyukakan Allah

Pelayanan yang menyukakan Allah

1 Tesalonika 2:1-9

Pelayanan yang Menyukakan Allah 

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

Jemaat Kristen di Tesalonika adalah buah pelayanan Paulus dan Silas.  Sama seperti komunitas Kristen perdana di kota lain, komunitas di Tesalonikapun tidak luput dari persoalan.  Mulai dari tuduhan palsu yang dialamatkan kepada Paulus, penyimpangan ajaran sampai persoalan konflik di antara mereka sendiri.  Itu sebabnya, surat ini ditulis dengan tujuan menguatkan iman, meluruskan ajaran dan mengajak jemaat untuk bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan TUHAN.

  1. Bagaimana respons Paulus ketika mengingat kembali pelayanan yang pernah ia lakukan di Tesalonika?  (ayat 1)
  2. Pengalaman seperti apakah yang diceritakan Paulus ketika ia ada di Filipi? (ayat 2)
  3. Bagaimana Paulus memahami Allah dalam penderitaannya?  (ayat 2)
  4. Apa yang menjadi dasar pelayanan Paulus?   (ayat 3-4) 

RENUNGAN

Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa yang tahu?  Ungkapan ini biasanya dipakai dengan nada sindiran kepada seseorang yang kejujurannya diragukan.  Keduanya benar, dalamnya laut memang bisa diduga/diketahui.  Contohnya, kapal selam bisa mengukur kedalaman laut atau seberapa jauh/dekat suatu benda dengan cara mengirimkan sonar/gelombang suara ke arah obyek yang dimaksud.  Jarak dihitung dari berapa lama pantulan gelombang suara tersebut diterima kembali oleh  kapal selam.

Hal yang sama tidak berlaku dengan hati manusia.  Apa yang dikatakan bisa jadi  sangat berbeda dengan yang tersimpan dalam hati.   Yang tampak di depan manusia belum tentu sama dengan yang ada dalam.  Contohnya, Apakah semua aktivis di gereja otomatis mempunyai hati yang mengasihi Tuhan?  Dan apakah setiap pelayan Tuhan benar-benar sedang melayani Tuhan?  Dalamnya hati siapa yang tahu?!

Salah satu alasan Paulus menulis surat kepada jemaat Kristen di Tesalonika adalah adanya tuduhan bahwa Paulus melayani hanya untuk mencari kesenangan dari manusia.  Pihak yang tidak senang menganggap semua yang dilakukan Paulus sebagai kesia-siaan saja.  Namun hal ini dibantah Paulus dengan tegas. Paulus menyebutkan beberapa alasan mengapa pelayanannya di Tesalonika tidak sia-sia. Semuanya jelas karena Allah saja. Allah telah memberanikan Paulus menanggung penganiayaan (ayat 3). Allah juga melayakkan Paulus menyaksikan Injil (ayat 4).

Karunia Allah yang begitu besar dalam diri Paulus juga membentuk keteladanan yang indah sekali. Paulus mewartakan Injil yang benar, bukan kesesatan (ayat 4) dengan didukung oleh motivasi yang murni (ayat 4-5), dengan kasih sayang yang besar (ayat 7-8) dan dengan pengorbanan yang besar (ayat 9).  Dengan kata lain, Paulus menunjukkan dirinya layak dengan melayani jemaat Tesalonika sungguh-sungguh. Ia benar-benar menyampaikan firman Tuhan, bukan untuk menyukakan mereka, melainkan Allah (ayat 4-6).  Sebab Paulus yakin bahwa “Allah yang menguji hati” (ayat 4).

Berapa lama saudara melayani Tuhan?  Apakah yang menjadi jaminan bahwa pelayanan yang saudara lakukan sungguh-sungguh untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia atau popularitas diri?  Beranikah saudara dengan sungguh mengakui bahwa pelayanan ini untuk Tuhan.

Pelayanan bukan tempat untuk membangun popularitas diri, melainkan bentuk pengabdian kepada Tuhan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«