suplemenGKI.com

KAMIS, 20 MARET 2014

19/03/2014

Mazmur 95:1-11

PERINGATAN BAGI YANG KERAS HATI

 

Pengantar
Kemarin kita merenungkan bagian Mazmur 95:1-5 yang merupakan undangan bagi umat-Nya untuk memuji Tuhan, Sang Raja Pencipta, dalam ibadah yang penuh sukacita karena karya-Nya.  Bagian selanjutnya yang terkait dengan renungan kemarin adalah ayat 6-11 yang merupakan pujian kepada Allah sekaligus peringatan bagi umat Allah. 

Pemahaman

  • Pendekatan seperti apa yang dipakai pemazmur dalam memberi peringatan kepada umat-Nya?  (ayat 1, 6)
  • Apakah kita masih mengeraskan hati akan peringatan Tuhan?

Pemazmur mengajak umat Allah untuk menghormati dan mentaati Dia.  Pemazmur mengerti bahwa dirinya sedang berhadapan dengan umat Allah yang keras hati.  Oleh sebab itu, ajakan pemazmur kepada umat-Nya untuk menghormati Tuhan ini diberikan melalui dua hal: Pertama, Melalui pendekatan positif (ay.1-7).  Pendekatan positif ini mengingatkan kembali bahwa Dia adalah Raja atas alam semesta dan segala isinya (ay.3-5).  Oleh sebab itu, semua makhluk harus tunduk kepada-Nya.  Ditegaskan pula bahwa Sang Raja atas alam semesta itu  telah bertindak secara khusus menggembalakan umat Israel (ay.7).  Sudah seharusnya umat datang dengan penuh rasa hormat dan syukur atas kebaikan-Nya.  Dia adalah Raja dan Gembala yang Agung bagi umat-Nya.  Kedua, Melalui pendekatan negatif (ay.8-11).  Pendekatan negatif yang ditulis dalam bentuk mazmur ini memberi peringatan keras terhadap bahaya pengerasan hati seperti yang dilakukan oleh nenek moyang Israel di Masa dan Meriba (ay.8).  Akibat sikap hati yang ragu untuk mengakui Allah sebagai pribadi yang berdaulat dalam hidup mereka, Allah harus menghukum keras mereka dengan tidak mengizinkan mereka masuk ke Tanah Perjanjian.  Umat Tuhan harus berjalan selama 40 tahun dan generasi sudah berganti yang diijinkan masuk ke tanah perjanjian-Nya.

Bersedia mendengar dan menomorsatukan peringatan-Nya adalah disiplin rohani yang harus kita miliki agar terhindar dari bahaya pengerasan hati.  Ijinkan Roh-Nya menumbuhkan sikap dan tindakan hati yang selalu menghormati Dia, menyembah, memuji, mengucap syukur, berdoa, dan membaca firman Tuhan agar ada kelembutan hati mentaati-Nya.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah bahwa bahaya pengerasan hati akan peringatan-Nya bisa kita alami.  Konsekuensi (dampak, akibat) pengerasan hati terhadap perintah dan peringatan-Nya itu pasti ada dalam hidup kita.  Kelembutan hati itulah yang Dia kehendaki bukan kekerasan hati.

Tekadku
Tuhan, tolonglah berikan kelembutan hati untuk mendengar dan mentaati perintah dan peringatan-Mu.  Jangan biarkan anak-Mu hidup dalam kekerasan hati.

Tindakanku
Tuhan hari ini aku mau berubah untuk menjadi pribadi yang ……… (sabar, jujur, tekun, dll) sebagai bukti kelembutan hatiku taati perintah-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«