suplemenGKI.com

Kamis, 20 Juni 2019

19/06/2019

MEMBANGUN RELASI PERSAUDARAAN DALAM  PERSEKUTUAN

Galatia 3:23-29

 

Pengantar
Selalu ada perbedaan antara yang lama dan yang baru. Ketika yang baru tiba, maka yang lama akan ditinggalkan. Untuk itu pola pikir baru dan perilaku baru perlu terus ditumbuhkembangkan. Kehidupan baru seperti apa yang perlu terus dipupuk dalam diri orang percaya? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 23-24  : Apakah fungsi hukum Taurat bagi orang beriman?
  • Ayat 25-27 : Perubahan apakah yang terjadi dalam diri orang-orang yang telah percaya kepada KRISTUS?
  • Ayat 28-29  : Apakah ciri khas persekutuan orang-orang yang  percaya kepada KRISTUS?

Dalam masyarakat Romawi, seorang anak yang beranjak dewasa (akil balig) mengganti jubah anak-anaknya dengan jubah orang dewasa. Hal ini menandakan bahwa dia sekarang adalah seorang dewasa yang memiliki hak dan tanggung jawab penuh. Paulus memakai pengertian budaya ini untuk menjelaskan konsep baptisan. Melalui baptisan, orang-orang percaya menyatakan diri siap bersikap dewasa iman dengan mengambil hak dan tanggung jawab penuh kedewasaan itu. Mereka telah menanggalkan jubah lama hukum Taurat dan di dalam KRISTUS telah mengenakan jubah baru kebenaran (ayat 26-27)

Salah satu hasil penyelamatan itu adalah tidak ada lagi perbedaan di antara orang percaya karena semua adalah satu di dalam KRISTUS YESUS (ayat 28). Mengapa Paulus menekankan hal persatuan ini? Orang Yahudi seringkali merasa lebih tinggi, lebih baik dan lebih saleh sehingga memandang orang lain dengan pandangan yang merendahkan. Beberapa laki-laki Yahudi, setiap pagi menaikkan doa pengucapan syukur dengan mengatakan: “TUHAN, saya bersyukur karena saya bukan orang kafir, budak, atau wanita.” Mereka sangat bangga dengan jati diri mereka yang tidak dimiliki oleh orang lain. Paulus mengingatkan mereka, bahwa sebelum KRISTUS datang membebaskan mereka, jati diri mereka tidak lebih daripada hamba (4:1-3) Namun, jati diri sejati umat TUHAN ada pada karya penebusan KRISTUS yang menjadikan semua orang percaya sebagai anak-anak ALALH dan ahli waris surgawi (4:4-7). Dengan demikian salah satu wujud kebebasan di dalam KRISTUS adalah tidak ada lagi diskriminasi ras, gender, dan status sosial di dalam gereja. Dahulu kita semua adalah hamba dosa, tetapi oleh anugerah ALLAH kita sekarang adalah anak-anak-Nya.

Semua orang yang mendapatkan anugerah keselamatan di dalam KRISTUS terhisap dalam persekutuan orang percaya yang berelasi dalam kesetaraan. KRISTUS menyatukan semua orang dari golongan apa pun dengan kasih-Nya.  Di dalam KRISTUS, orang Kristen mengalami hidup baru dengan menerima dan menghargai orang lain dalam relasi yang setara. Tidak boleh ada seorang yang menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain agar relasi interpersonal berada dalam kesetaraan. Jadi dalam KRISTUS semua orang saling menghargai dan saling menyatukan hati;  satu dengan yang lain akan berkata,  “engkau saudaraku”. Relasi persaudaraan yang setara akan selalu ditandai dengan saling menghargai, menghormati, mencintai dan melindungi. Sesungguhnya kedamaian dan kerukunan persekutuan gereja akan terus berkembang apabila masing-masing umat hidup dalam KRISTUS dan menjadi saudara bagi yang lain. Sebaliknya persekutuan gereja akan mudah pecah dan  konflik pun terjadi di mana-mana apabila ada orang yang menempatkan diri di atas orang lain dan tidak menghargai kehidupan orang lain.
Refleksi
Dalam keheningan renungkanlah apakah tanda hidup baru di dalam KRISTUS yang muncul dalam kehidupan Anda? Apakah Anda selalu memandang orang lain dalam persekutuan gereja sebagai saudara yang berharga?

Tekadku
Ya KRISTUS, berikanlah aku kerendahan hati untuk menghargai saudara-saudara seiman sebagai saudara dalam satu tubuh KRISTUS.

Tindakanku
Aku akan menghidupi persekutuan gereja dengan berelasi dengan sebanyak mungkin anggota lainnya apa pun latar belakangnya dan menjadikan mereka sebagai saudara yang berharga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«