suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 10 : 1-10.

Satu-satunya korban yang sejati.

Menurut penulis Ibrani, sistem korban dalam perjanjian lama merupakan tiruan kabur dari ibadah yang sebenarnya. Hakekat dan maksud agama ialah membawa manusia dekat kepada Allah, dan hal itu tidak mungkin dilakukan melalui korban-korban. Paling-paling dengan korban-korban itu hanya memungkinkan manusia berhubungan dengan Allah dari tempat yang jauh. Dari tahun ke tahun pengorbanan di Kemah atau Bait suci dan secara khusus pada hari penebusan, berjalan terus dan berulang-ulang menjadi bukti bahwa korban-korban itu tidak dapat mentahirkan jiwa manusia dan tidak dapat mendekatkan jiwa manusia pada Allah dengan sempurna.

Pertanyaan penuntun.

  1. Mengapa korban-korban perjanjian lama tidak efektif ?  jika demikian korban yang bagaimana yang diperlukan ? Apa hubungannya sistem korban dengan keselamatan ?
  2. Mengapa pengorbanan Kristus diperlukan ? apakah kita juga memerlukan korban Kristus ?

RENUNGAN.

Upah dosa adalah maut, disadari atau tidak, dosa telah memisahkan manusia dengan Allah, dan semakin lama manusia hidup didalam ketersesatan. Untuk itulah diperlukan korban sebagai sarana pendamaian bagi dosa-dosa manusia, sehingga bagi setiap umat Tuhan, yang ingin  mendamaikan dirinya (dosanya) dengan Tuhan, harus  membawa korban ke Bait suci. Dan korban pendamaian itupun dapat mendamaikan manusia dengan Allah, akan tetapi hanya bersifat sementara. Jika manusia tersebut dikemudian hari berbuat dosa lagi maka ia berkuajiban datang lagi ke Bait Suci dengan membawa korban lagi. Jikalau hal itu terjadi secara terus menerus maka korban-korban tersebut tidak menjadi efektif, dan justru menjadikan manusia meremehka nilai-niai yang ada dalam sistem korban tersebut, walaupun hal itu sudah menjadi ketetapan dalam hukum Taurat, namun hal itu tetap tidak dapat membawa hidup manusia lebih baik dan lebih dekat pada Allah, korban-korban hewan tidak berkuasa mentahirkan manusia dan tidak berkuasa membawa manusia dekat pada Allah, padahal seharusnya korban dapat mendamaikan manusia dengan Allah yang membawa kepada keselamatan jiwa. Jika demikian korban yang bagaimana yang diperlukan ?

Satu-satunya pengorbanan yang efektif adalah pengorbanan Yesus Kristus.  “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya, meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat”(ayat 8) “dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Kristus” (ayat 10). Ayat 8 menjelaskan tentang tidak efektifnya semua bentuk korban yang dilakukan hukum Taurat untuk mencapai keselamatan jiwa. Sedangkan ayat 10  menjelaskan korban Yesus Kristus menjadi korban keselamatan bagi umat manusia. Korban Yesus Kristus diperlukan oleh umat manusia untuk menggantikan korban-korban yang telah ditetapkan oleh hukum Taurat. Sekarang manusia yang berdosa tidak perlu lagi datang kepada Tuhan dengan membawa korban hewan. Tetapi datang dengan membawa hati yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang beruntung, karena kita telah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah menjadi Korban yang hidup bagi keselamatan kita. Untuk itu kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan sebagai ucapan syukur itu kita harus rela memberikan hati, hidup, harta, talenta dan sebagainya untuk pekerjaan Tuhan. Bagaimana dengan saudara ? “Selamat mempersem bahkan diri kepada Tuhan” amin.

“Yesus Kristus telah mengorbankan DiriNya, mati di salib untuk keselamatan kita, untuk itu Bessyukurlah”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*