suplemenGKI.com

PENGHIBURAN YANG MENGUATKANKU

Yesaya 51:1-6

 

Pengantar
Perjalanan hidup tidak selalu diwarnai dengan kegembiraan, tetapi juga kesedihan. Kesedihan itu bisa datang ketika kita kehilangan orang yang sangat dikasihi, salah seorang anggota keluarga mengalami musibah, kehilangan pekerjaan, sakit yang tak kunjung sembuh, dan sebagainya. Ketika kita sedang terpuruk, Tuhan menghibur kita melalui orang-orang yang sangat mengasihi kita. Sehingga kita dikuatkan dan memiliki semangat dalam menjalani kehidupan. Saudara, bangsa Israel juga pernah mengalami keterpurukan. Bagaimanakah karya Tuhan untuk menghibur dan memulihkan mereka? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Mengapa Allah mengajak Israel untuk mengingat bapa leluhurnya?
  • Ayat 3             : Penghiburan apakah yang Allah nyatakan dalam hidup umat-Nya ketika mereka sedang berputus asa?

Yesaya 40-66 adalah pasal-pasal yang ditulis selama tahun-tahun akhir hidup Yesaya. Kondisi umat Allah yang saat itu sedang mengalami keterpurukan, membuat Tuhan ingin agar mereka mendengar janji yang akan dinyatakan kepada mereka. Allah ingin agar umat-Nya mengingat kembali kasih setia yang dinyatakan dalam kehidupan bapa leluhur mereka, yakni Abraham (ayat 2). Umat diajak untuk melihat bagaimana kasih setia Allah sejak Abraham dipanggil, kemudian diberkati dan keturunannya bertambah banyak. Allah mengingatkan umat-Nya akan hal itu untuk mendorong mereka bergantung pada janji setia-Nya dalam segala situasi dan kondisi.

Dalam keterpurukan yang sedang mereka alami, Allah juga menghibur dan menguatkan. Allah berjanji akan memulihkan keadaan mereka melalui sebuah gambaran yakni Tuhan mengubah padang gurun menjadi taman Eden dan padang belantara menjadi seperti taman Tuhan (ayat 3). Di sini kita melihat bahwa Tuhan berkuasa untuk mengubah hidup mereka yang semula mengalami putus asa dan mengalami pergumulan yang menyesakkan, menjadi hidup yang bersemangat dan mengalami kelepasan. Tuhan membuat umat-Nya mengingat kembali betapa berharganya hidup mereka sehingga dimampukan untuk menatap masa depan.

Refleksi
Hal apakah yang saat ini membuat saudara dan keluarga mengalami ketakutan dan kecemasan? Siapakah yang menjadi tumpuan hidup saudara dalam kondisi tersebut? Saudara, mari kita mengalihkan pandangan dari ketakutan yang kita alami kepada Tuhan. Dialah akan memberikan hikmat serta pilihan-pilihan terbaik, agar kita dapat tetap kuat dan bergairah dalam menjalani hidup.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku dan keluargaku kurang bergantung pada kasih setia-Mu. Ajar kami untuk selalu tunduk pada kehendak-Mu.

Tindakanku
Aku dan keluargaku akan belajar untuk menanggalkan ego, serta tunduk dan bergantung penuh kepada Tuhan dalam seluruh pergumulan hidup yang kami alami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«