suplemenGKI.com

Filemon 1-19

KASIH YANG MENGAMPUNI TANPA SYARAT

Surat ini merupakan surat rasul Paulus yang ditujukan kepada Filemon terkait dengan perhatian Paulus bagi Onesimus.  Kita dapat menemukan bahwa Paulus adalah seorang bapa rohani yang sangat memperhatikan anak-anak rohaninya.

  • Siapakah Onesimus? Dan siapakah Filemon? (ay.10-16)
  • Melalui surat ini apa permintaan Paulus kepada Filemon bagi Onesimus? (ay.10-19)
  • Dari permintaan Paulus kepada Filemon, kita belajar tentang kasih yang mengampuni tanpa syarat.  Renungkan!
  • Apakah saudara sudah hidup dalam kasih pengampunan tersebut?

RENUNGAN

Ketika menuliskan suratnya ini Paulus sudah tua dan sedang berada dalam penjara karena pemberitaan Injil Yesus Kristus (ay. 9).  Dan sewaktu berada dalam penjara itulah Paulus mengenal Onesimus.  Tidak dijelaskan mengapa Onesimus berada dalam penjara, tetapi ada kemungkinan karena dia telah melarikan diri dari tuannya yaitu Filemon.  Karena perbuatanya itu maka Onesimus dimasukkan dalam penjara.  Kemungkinan besar perjumpaan di dalam penjara itu membawa Onesimus pada keputusan untuk menjadi pengikut Kristus (ay. 10 ).  Dari perkenalan tersebut, Paulus tahu bahwa Onesimus adalah hamba dari Filemon (ay. 16).  Kata ‘hamba’ dalam terjemahan lain digunakan kata ‘slave’ yang berarti ‘budak’.  Jadi, Onesimus adalah budak Filemon.  Sebagai budak, Onesimus adalah milik Filemon seutuhnya.  Onesimus tidak mempunyai hak apapun atas dirinya.

Onesimus, seorang budak yang telah melarikan diri dari Filemon.  Pada jaman itu jikalau seorang budak lari dari tuannya, maka dia dianggap tidak menghormati tuannya.  Tetapi bukan hanya itu, dia juga dianggap telah melakukan pelanggaran berat dan hukuman siap menanti.   Yang pasti hukuman penjara atau bisa jadi dihukum mati.  Sewaktu Onesimus menerima hukuman penjara, dia  mengalami pertobatan bahkan kemudian menyerahkan hidupnya membantu Paulus dalam pelayanan pemberitaan Injil.  Paulus sangat memperhatikan Onesimus dan ingin memulihkan hubungan Onesimus dengan Filemon.  Dalam ay. 18, Paulus menyadari bahwa Onesimus telah merugikan dan berhutang kepada Filemon tetapi Paulus bersedia menanggungnya.  Namun Paulus juga memohonkan pengampunan atas kesalahan Onesimus kepada Filemon.  Ay. 15 mengatakan “supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya”.  Melalui permohonannya ini, Paulus sedang mengajarkan kasih yang bersedia mengampuni terhadap orang lain yang bersalah.  Pengampunan yang diminta Paulus adalah kasih yang mengampuni tanpa syarat.  Filemon sebenarnya dirugikan dengan pelarian Onesimus, tetapi Paulus meminta Filemon untuk mengampuninya tanpa syarat.

Paulus mengajarkan agar kita memiliki kasih yang bersedia mengampuni orang lain tanpa syarat.  Yaitu kasih yang tidak bergantung pada besar atau kecilnya kesalahan yang orang lain perbuat.  Kasih yang tidak lagi memperhitungkan kesalahan, kasih yang walaupun dan kasih yang tidak meminta apapun.  Kristus sudah melakukan itu bagi setiap kita, Dia mengasihi kita tanpa syarat.  Berlakukan kasih pengampunan itu bagi orang lain.

Citrakan tindakan kasih Kristus dalam hidup sehari-hari kepada sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«