suplemenGKI.com

Kamis, 2 Mei 2019

01/05/2019

RESPONS YANG TEPAT

Mazmur 30:9-13

 

PENGANTAR
Respons merupakan sikap hati baik melalui perkataan, tulisan maupun tindakan.  Respons dimaksudkan untuk menyampaikan pesan tertentu kepada orang lain.  Bacaan hari ini juga merupakan respons, yaitu pemazmur kepada Allah.  Apa pesan, makna dan bagaimana pemazmur menyampaikan responsnya?  Mari kita renungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang pemazmur lakukan kepada Allah dalam pergumulannya? (ayat 9)
  • Apa isi respons pemazmur tentang Allah pada bagian ini? (ayat 12)
  • Apa yang pemazmur lakukan sebagai wujud responsnya pada Allah? (ayat 13)
  • Sejauhmana kita berterimakasih atas kebaikan-Nya?

Pada umumnya seorang pelari yang memasuki garis finish pertama dalam pertandingan, akan segera menghampiri seseorang dan segera memeluknya dengan girang.  Bahkan setelah itu, dia berlari sambil membawa bendera dan melambaikan tangan kepada para penonton.  Mengapa tindakan itu dilakukan?  Tindakan tersebut merupakan respons syukur atas keberhasilannya;  sekaligus bentuk terimakasihnya kepada para pihak yang menurutnya turut berperan dalam mendukung dan memberi semangat.  Artinya, atlit tersebut mempunyai respons yang tepat, yaitu mengakui segala kebaikan orang-orang di sekitar yang telah mendukugnya baik secara langsung maupun tidak.  Atlit itu tidak melupakan semua kebaikan yang diterimanya, meski secara fisik dia yang harus latihan dan berlomba.  Respons yang tepat lahir dari pemahaman yang tepat pula, terkait dengan proses keberhasilan yang diraihnya.

Demikian juga dengan sikap pemazmur dalam bacaan ini.  Pemazmur punya pergumulan hidup dan juga berhadapan dengan beragam kesulitan.  Namun yang membedakannya, sejak awal pemazmur senantiasa melibatkan Allah, “aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon” (ayat 9).  Pemazmur dengan terbuka mengakui kebutuhan dirinya untuk dikasihi dan ditolong Tuhan (ayat 11).  Namun yang lebih menarik adalah setelah masa pergumulan itu lewat dan berhasil diselesaikannya,  pemazmur tetap mengakui bahwa Tuhanlah yang mengubahkan hidupnya, “aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari” (ayat 12).  Pemazmur tidak melupakan segala kebaikan Tuhan seperti yang ia harapkan dan alami, mengasihi dan menolongnya dalam pergumulan.  Respons pemazmur pun lebih dalam, yaitu bertekad “menyanyikan syukur” bagi Tuhan untuk selama-lamanya (ayat 13).  Bagi pemazmur, Tuhan adalah segalanya di tengah segala hal baik yang bisa ia lakukan untuk merubah keadaan.   Pemazmur meyakini kekuatan yang mengubahkan itu berasal dari Tuhan. 

REFLEKSI
Bagaimana dengan kita? Bukankah ada banyak peristiwa yang menegaskan kasih dan pertolongan Tuhan dalam hidup ini?  Kiranya kita mampu memberikan respons yang tepat sebagai tanda syukur atas setiap pertolongan Tuhan.  Respons yang tepat menunjukkan pemahaman yang benar tentang apa dan bagaimana Tuhan menyatakan kebaikannya dalam hidup kita.

TEKADKU
Tuhan mampukan aku untuk tidak hanya mengucapkan terimakasih kepada-Mu, tetapi juga kepada orang-orang di sekitar yang Tuhan tempatkan menyatakan kebaikannya kepadaku.  Melalui kebaikan mereka aku merasakan cinta kasih dan pertologan-Mu.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau mengucapkan terimakasih kepada ……. (pikirkan satu atau dua orang) sebab aku menyadari Tuhan tempatkan mereka sebagai wujud cinta dan pertolongan-Mu kepadaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»