suplemenGKI.com

Kamis, 2 Maret 2017

01/03/2017

Pertobatan

Yunus 3:1-10

 

Pengantar
Banyak orang  seringkali tidak menyadari bahwa apa yang telah ia katakan atau bahkan perbuat adalah salah. Orang-orang yang demikian ini biasanya menganggap dirinya benar dan orang lain yang salah. Kalau itu dilakukan oleh orang biasa saja maka dampaknya tidak terlalu besar. Bagaimana jika perkataan dan tindakan yang salah itu dilakukan oleh seorang pemimpin atau seorang penguasa?

Pemahaman
Ay 1-2, Apa yang Tuhan katakan kepada nabi Yunus?
Ay 3-4, Apa yang nabi Yunus kerjakan di Niniwe?
Ay 5-6, Apa reaksi dari orang-orang Niniwe terhadap berita yang disampaikan oleh Yunus?
Ay 7-9, Apa yang raja Niniwe perintahkan kepada rakyatnya menyikapi seruan dari Yunus?
Ay 10, Apa yang Tuhan lakukan berkaitan dengan sikap raja dan orang-orang Niniwe?

Dalam kitab Yunus pasal 1, diceritakan bahwa Yunus menolak panggilan Tuhan untuk ke Niniwe bahkan menjauh dari panggilan tersebut.Namun Tuhan tetap menghendaki Yunus ke Niniwe dan mengirimkannya ke sana melalui ikan besar (1:17).

Dalam pasal 3 ini, Tuhan tetap menghendaki Yunus untuk pergi ke Niniwe dan menyerukan kepada orang-orang di sana untuk bertobat dari segala kejahatannya, kalau dalam waktu 40 hari mereka tidak bertobat maka kota Niniwe akan ditunggangbalikkan.

Yunus mulai menyampaikan berita untuk bertobat kepada orang-orang Niniwe, sampai berita itu didengar oleh raja.

Diluar dugaan Yunus (4:1), rupanya banyak orang Niniwe yang bertobat setelah mendengar pemberitaan dari Yunus dan bahkan rajanya memerintahkan juga pertobatan bagi semua orang Niniwe. Raja Niniwe menyatakan bahwa mulai hari itu mereka semua sedang dalam keadaan duka cita. Mereka semua berpuasa dan mengenakan kain kabung dan berseru kepada Allah. Raja juga memerintahkan orang-orang Niniwe untuk kembali kejalan yang benar, dan tidak boleh melakukan kejahatan atau kekerasankepada orang /bangsa lain. Mereka berseru supaya Tuhan berbelaskasihan pada mereka dan mengampuni dosa mereka.

Nampanya Tuhan melihat kesungguhan raja dan orang-orang Niniwe yang bertobat dan kembali kejalan yang benar sehingga kota Niniwe tidak ditunggangbalikkan oleh Tuhan.

Pertobatan raja dan orang-orang Niniwe dilihat dan direspon oleh Tuhan dengan baik, sehingga hukuman tidak  dijatuhkan dikota Niniwe.

Demikian juga ketika Tuhan melihat hidup kita, apakah kita ini sebagai orang-orang yang senantiasa bertobat dihadapan Allah? Berani mengakui kesalahan kita dan mengubahnya menjadi lebih baik? Atau kita sudah terjebak kepada pengagungan diri sendiri, menganggap diri kita yang paling baik dan benar?

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit, untuk memeriksa diri kita masing-masing, apakah kita senang melihat orang jahat/salah dihukum? Atau apakah kita lebih senang melihat orang jahat kembali kejalan yang benar?

Tekad
Tuhan ampuni kami kalau kami lebih senang melihat orang jahat /salah untuk dihukum ketimbang mereka bertobat kembali ke jalan yang benar.

Tindakanku
Hari ini saya mengintrospeksi diri sendiri dan mau memperbaiki yang salah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«