suplemenGKI.com

“Anugerah sebagai Penerima dan Pelaku Injil”

Efesus 3:8-13

 

Pengantar
Ada seorang bernama Andy yang dipenjara karena dendamnya telah menyebabkan ia membunuh isteri dan ketiga anaknya dengan sadis. Ia ingin sekali keluar dari penjara, tetapi harapannya untuk keluar sirna ketika ia dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Suatu hari, 30 tahun kemudian, tanpa diduga-duga, Tom, sahabat kecil Andy rela membayar mahal untuknya sehingga ia dapat keluar dari penjara. Andy sangat senang walaupun masih belum siap untuk kembali hidup di luar penjara. Ia juga telah menyesali segala perbuatannya. Tetapi, ada hal yang cukup membingungkan. Andy diminta sahabatnya ini untuk menolong beberapa saudara kandung Tom (masing-masing sudah berkeluarga) yang memiliki dendam kepada anggota keluarganya karena telah disakiti. Tom tidak berhasil mengatasinya sehingga meminta bantuan Andy. Apakah ini hal yang mudah untuk dilakukan oleh Andy? Tentu tidak, tetapi kemudian Tom membawanya ke satu komunitas iman dan membawanya belajar Firman Tuhan pada satu pendeta. Dengan kehidupan yang hari demi hari diubahkan, Andy sedikit demi sedikit dapat menolong beberapa saudara kandung Tom mengatasi kepahitan dalam hati mereka.

Kisah ini mengantar kita untuk memahami Efesus 3:8-13. Sebagaimana Andy yang mendapat ‘anugerah,’ yaitu pembebasan dari penjara sekaligus diperlengkapi untuk menolong saudara-saudara Tom, Rasul Paulus ingin mengatakan kepada jemaat di Efesus bahwa ada anugerah yang diberikan Allah ketika mereka pertama kali menerima keselamatan dari Allah yaitu menerima kabar Injil yang membebaskannya dari dosa sekaligus anugerah untuk Paulus dan jemaat Efesus sehingga mereka diperlengkapi Tuhan untuk dapat menjadi pemberita Injil bagi sesama.

Pemahaman

  • Ayat 12             : apa bentuk anugerah Allah bagi kita sebagai penerima anugerah?
  • Ayat 8-11, 13     : apa bentuk anugerah Allah bagi kita sebagai pelaku Injil?

Ketika seseorang diselamatkan oleh Allah, ia mendapat anugerah penerimaan dari Allah (ay. 12). Datangnya Kristus ke dalam dunia serta karya-Nya memungkinkan anugerah ini hadir. Tidak hanya itu saja, tetapi Paulus mengatakan bahwa baik dirinya maupun jemaat Efesus diberikan anugerah untuk dapat menjadi penyebar dan pengajar Injil bagi orang lain. Yang pertama adalah diberikan hikmat (ay. 10). Dengan hikmat yang diperlengkapi oleh Allah sendiri, Paulus maupun jemaat Efesus mampu mengajarkan Injil dengan benar. Yang kedua adalah ketabahan menghadapi penderitaan. Paulus menyadari bahwa penderitaan bisa muncul dalam diri seorang percaya yang hendak menjalankan pemberitaan Kabar Baik. Tetapi, keteguhan sudah diberikan dan akan terus menerus diberikan Allah sehingga ia tidak tawar hati (ay. 13).

Refleksi
Tuhan selalu memberikan kepada kita anugerah yang cukup, mulai dari pertama kali kita diselamatkan Tuhan, mengaku percaya kepada Tuhan, hingga ketika kita dipercayakan tanggung jawab keluarga, pekerjaan, dan pelayanan.

  • Apakah kita sudah merasa bahwa anugerah Tuhan cukup untuk diri saya menjadi berkat bagi orang lain? Atau jangan-jangan kita masih merasa kurang dan mencari pertolongan dengan kekuatan sendiri?

Tekadku
Tuhan Yesus, aku mau merasa hidupku cukup dalam Engkau, apapun kondisi kehidupanku saat ini. Aku percaya Engkau memegang hidupku sehingga aku tidak akan dibiarkan sendiri dalam menjalani kehidupan ini.

Tindakanku
Hari ini aku akan terlebih dahulu berdoa kepada Tuhan sebelum melakukan segala sesuatu dan dalam pengambilan berbagai keputusan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«