suplemenGKI.com

PEMBERIAN TERINDAH

Lukas 1:76-79

 

PENGANTAR
Seorang anak berusia 10 tahun menulis kalimat pendek di secarik kertas.  Bentuk hurufnya kurang begitu tegas dan tampak tidak lurus, tapi yang ditulisnya jelas, “selamat ulang tahun papa”.   Pesan sederhana tersebut bermakna mewah bukan karena tulisannya, tapi karena siapa yang menuliskannya.  Pemberian terindah tidaklah ditentukan dari apa yang menjadi isinya, tetapi dari siapa yang memberikannya.  Apakah hal demikian yang dihayati imam Zakharia dalam syukurnya?  Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana pengakuan Zakharia terkait dengan kelahiran anaknya? (ayat 76-77)
  • Bagaimana pengakuan Zakharia atas karya Tuhan bagi umat-Nya? (ayat 78-79)
  • Bagaimana saudara mensyukuri pemberian terindah dari Allah dalam hidup?

Setiap orang pasti punya pengalaman membahagiakan. Apapun pengalaman itu yang pasti mendorongnya untuk tidak bisa menahan diri, selain menceritakan suasana hatinya yang penuh syukur dan bahagia.  Zakharia juga mengalami keadaan demikian melalui nyanyian kenabian ketika memuji Allah yang telah memberinya anak laki-laki bernama Yohanes pada saat usia tidak lagi memungkinkan mereka untuk memiliki anak (ayat 67-79). Lebih dari pada itu, Zakharia menyatakan sukacita imannya perihal Yohanes akan menjadi seorang nabi yang mewartakan pemberian terbesar Allah bagi seluruh umat manusia, yakni Juruselamat yang akan datang bagi umat-Nya.  Ayat 78 mengatakan “oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,”.  Kata-kata tersebut menunjuk pada satu pemberian terindah yang telah dianugerahkan dengan penuh kasih; suatu anugerah yang akan “menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut” (ayat 79).

Sukacita imam Zakharia berlandaskan pada janji, “Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan” (ayat 69).  Hal itu merupakan kiasan yang sering dipergunakan dalam Perjanjian Lama (1 Sam. 2:10; 2 Sam. 22:3; Mzm. 75:5).  Tanduk yang dimaksud ialah tanduk binatang yang kuat, misalnya sapi, yang melambangkan kekuatan, keperkasaan atau menunjuk pada penggenapan datangnya “penyelamat yang perkasa” sebab yang akan dilakukannya, “mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera” (ayat 79).  Sesuatu yang tidak pernah manusia bisa lakukan.  Itu sebabnya, karya keselamatan hanya mungkin terjadi dalam bentuk pemberian tanpa campur tangan manusia.  Pemberian terindah yang terjadi karena belas kasihan Allah, yakni pengampunan dosa di dalam keyakinan kepada Yesus Kristus.  Pemberian itu menuntut nyawa-Nya di kayu salib, tetapi Dia memberikannya secara cuma-cuma karena kasih-Nya yang besar kepada kita.

Pemberian terindah tidak khusus bagi orang Israel, tetapi juga bagi semua manusia sampai kapanpun agar hidupnya mengarah pada “jalan damai sejahtera”, yaitu mengalami anugerah berupa pengampunan dosa dan keselamatan kekal di dalam Yesus Kristus.  Setiap kita dipanggil untuk menyatakan iman dan pengharapan melalui rasa syukur yang melimpah kepada sesama; sehingga mereka bukan hanya merasakan sukacita tersebut, tetapi juga mengimaninya sebagai pengalaman pribadi bersama Tuhan.   

REFLEKSI
Mari merenungkan: sebagai orang percaya sudah selayaknya kita senantiasa bersyukur, sebab pemberian terindah telah Dia berikan.  Allah telah melakukan semua itu demi kasih-Nya kepada manusia berdosa. 

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah agar aku senantiasa menyatakan syukur atas pemberian terindah dengan menjalani kehidupan yang lebih baik, serta mengabarkan berita sukacita kepada sesama melalui tindakan berbagi kepada yang lemah dan butuh bantuan.  

TINDAKANKU
Hari ini aku mau berbagi berkat, menyiapkan uang atau makanan atau apa saja, bagi tetangga, teman atau siapa saja yang membutuhkan bantuan; sebagai wujud syukurku atas pemberian terindah yaitu keselamatan di dalam Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«