suplemenGKI.com

Kamis, 2 April 2020

01/04/2020

HAMBA TUHAN YANG TAAT

Yesaya 50:4-9

 

Pengantar
Bacaan hari ini adalah bagian dari Nyanyian hamba Tuhan. Hamba Tuhan dalam bagian ini tidak digambarkan sebagai seorang nabi tetapi sebagai seorang murid yang berhikmat. Kehidupan seorang hamba yang siap untuk melayani adalah seperti kehidupan seorang murid yang dipersiapkan oleh Tuhan yang adalah Gurunya. Semua tidak lepas dari yang namanya proses. Tuhan mempersiapkan, membentuk dan memperlengkapi hamba-Nya. Seperti yang dialami oleh Yesaya, mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 4-6         : Bagaimana Yesaya menghayati dan memahami proses panggilan dari Allah?
  • Ayat 7-9         : Apakah yang menjadi keyakinan Yesaya dalam menjalani panggilannya sebagai hamba Tuhan?

Yesaya menghayati dan memahami bahwa Tuhan sedang memproses dirinya untuk menjadi hamba-Nya dengan cara memberikan kepadanya beberapa hal yang sangat penting, antara lain adalah Pertama, Tuhan memberikan kepadanya lidah seorang murid agar dapat menyampaikan perkataan yang memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu. Kedua, setiap pagi Tuhan juga mempertajam pendengarannya untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan membuka telinganya dan ia tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Bahkan Yesaya bersedia memberikan punggungnya kepada orang-orang yang memukulnya, dan memberi pipinya kepada orang-orang yang mencabut janggutnya. Yesaya tidak menyembunyikan mukanya ketika ia dinodai dan diludahi. Semua proses ini yang dialami oleh Yesaya ini memperlihatkan dan mengajak kita untuk juga siap dalam menjalani proses sebagai seorang hamba Tuhan yang taat kepada-Nya. Siap menjalani proses pembentukan dari Tuhan, baik itu di masa yang baik ataupun di masa yang berat.

Satu hal yang menjadi keyakinan Yesaya dalam menjalani panggilannya bahwa Tuhan yang membenarkan dirinya akan menolongnya sehingga ia tidak mendapat noda dan malu. Dia juga percaya bahwa dalam menjalani proses itu, Tuhan akan selalu memperlengkapi kita dalam memahami kehendak-Nya ataupun menyampaikan kehendak-Nya bagi orang lain (Ay. 8-9). Dalam menjalani proses panggilan itu, Tuhan sangat menghendaki kita untuk bisa memiliki hati yang taat. 

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana saudara menjalani proses panggilan saudara saat ini? Apakah kita menjalaninya dengan hati yang taat kepada kehendak Tuhan ataukah kehendak sendiri? Apakah kita sungguh yakin dan merasakan bahwa Tuhan menolong dan memperlengkapi kita dalam setiap tantangan yang kita hadapi sebagai hamba-Nya? 

Tekadku
Ya Tuhan, bentuklah saya menjadi hamba-Mu yang selalu rindu untuk mendengar suara-Mu dan berikanlah kepada saya lidah yang mampu berkata-kata dengan penuh hikmat.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan belajar untuk semakin menghayati tugas panggilan saya menjadi hamba Tuhan dengan mau menulis dan mengingat setiap pesan firman Tuhan yang saya dengar. Dan di tengah situasi pandemi ini saya akan menghubungi saudara, teman ataupun keluarga untuk memberikan semangat dan berjuang bersama dengan Tuhan melalui doa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«