suplemenGKI.com

PENTINGNYA DOA SYAFAAT (bagian 1)

1 Timotius 2:1-2

 

Pengantar
Pada ibadah minggu, PA sektor, maupun persekutuan lainnya, seringkali kita menaikkan doa syafaat yang ditujukan untuk bangsa dan negara, gereja setempat, pergumulan jemaat, dan sebagainya. Doa syafaat ini dipimpin oleh hamba Tuhan yang bertugas, bahkan ada kalanya didoakan oleh jemaat yang hadir saat itu (misal: persekutuan doa pagi). Berbicara tentang doa syafaat, rasul Paulus pernah menuliskan nasehatnya kepada Timotius dan jemaat Efesus yang dilayaninya agar mereka menaikkan doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang. Pokok-pokok penting apakah yang disampaikan oleh Paulus kepada Timotius? Bagaimana aplikasinya dalam kehidupan kita sebagai umat Tuhan? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Dalam pesannya kepada Timotius, kepada siapa sajakah doa syafaat itu dinaikkan ?

Paulus menasehatkan kepada Timotius dan jemaat Efesus yang dilayaninya untuk memanjatkan mereka harus memanjatkan permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur. Permohonan dinaikkan dengan tujuan agar terhindar dari kejahatan dan malapetaka, doa syafaat untuk orang lain, dan ucapan syukur atas kebaikan yang sudah diterima. Paulus pertama-tama menasehatkan kepada Timotius dan jemaat di Efesus agar berdoa untuk semua orang (ayat 1). Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa di samping mendoakan diri sendiri, kita juga harus peduli dengan orang lain.

Berikutnya, yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam doa syafaat adalah raja-raja dan semua pembesar (ayat 2). Pada saat itu (waktu ketika Paulus menuliskan suratnya), raja-raja adalah orang kafir, musuh dan penganiaya orang-orang Kristen. Namun orang Kristen harus mendoakan mereka, karena bagaimanapun juga keberadaan mereka tetap diperlukan untuk menjalankan roda pemerintahan. Demikian juga halnya dengan kita, anak-anak Tuhan yang hidup di masa kini. Meskipun para pemimpin negeri adalah orang yang berpendidikan, mereka tetap perlu didoakan karena mereka menghadapi berbagai macam kesulitan. Kita sungguh rindu Allah senantiasa membimbing mereka memakai mereka, agar di bawah pemerintahan mereka kita dapat hidup tenang dan tenteram. Dengan menaikkan doa syafaat, kita telah melakukan sesuatu yang berkenan kepada Allah (ayat 3).

Refleksi
Adakah sistem pemerintahan yang terjadi di negeri ini yang membuat saudara merasa kurang puas? Adakah saudara berjumpa dengan orang lain yang mulanya berselisih paham dengan saudara, namun saat ini orang tersebut sedang mengalami suatu pergumulan yang sangat besar? Ketika kita melihat sistem pemerintahan yang kurang membuat hati puas, tetap doakan para pemimpin negeri ini agar Tuhan memberikan hikmat dan mengubahkan hati mereka. Jika kita melihat orang lain membutuhkan rangkulan kasih, sekalipun orang tersebut pernah menyakiti kita, jadilah sahabat doa baginya dan hadirkan perdamaian sebagaimana damai Kristus melimpah di hidupmu. 

Tekad
Ya Tuhan, ampuni bila selama ini aku terlalu mengutamakan diri sendiri dan kurang memiliki kepekaan terhadap orang lain. Ajarku untuk memiliki hati yang mau berdoa bagi orang lain dan pemerintah di negeri ini.

Tindakan
Untuk menutup renungan di pagi ini, aku akan menaikkan doa syafaat bagi bangsa dan negara.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*