suplemenGKI.com

1Timotius 2:1-4

 

Bersyafaat Bagi Pemimpin Bangsa Adalah Kehendak Tuhan

 

Pengantar:  
Tidak berlebihan kalau kita berkata bahwa gereja selalu peduli dengan bangsa-negara-pejabat pemerintah-kaum birokrat dan para pemangku jabatan. Itu terbukti bahwa dalam setiap doa syafaat kita selalu berdoa untuk bangsa, negara dan pemimpin negara dari tingkat tertinggi sampai terendah. Tetapi satu hal yang tidak pernah kita lakukan adalah kita atau gereja tidak pernah bertanya “Mengapa para pemimpi bangsa ini tetap saja banyak yang menyalahgunakan jabatannya dengan mementingkan diri sendiri, kaum dan golongannya sehingga yang menderita adalah bangsa secara keseluruhan?” Apa gunanya kita bersyafaat untuk mereka setiap Minggu? Apa yang salah dengan doa-doa syafaat kita terhadap negara dan pemimpin-pemimpin kita!

 Pemahaman:

  • Apa makna pernyataan Rasul Paulus dalam konteks doa jemaat “Naikanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang”
  • Apa pesan yang terkandung di dalam ayat 4?

Dua topik yang menjadi penekanan Paulus dalam 1Timotius 2:1-4 ini, Pertama ialah doa syafaat untuk semua orang termasuk para pemimpin. Penekanan universalnya tampak dari kata semua yang diulang sebanyak tiga kali. Paulus hendak mengajarkan tentang kesetiaan mengikut Yesus itu diwujudkan dengan memiliki kepeduliaan secara luas kepada bangsa dan negara  itulah kehendak Tuhan bagi kita (v. 1) Tidak jarang kita berdoa sekalipun menyebutkan objek tertentu tetapi nilai di dalamnya lebih pada diri sendiri misalnya, supaya gereja aman, orang Kristen tetap bebas beribadah dan sebagainya. Kedua ialah doa syafaat yang baik dan yang berkenan kepada Allah adalah “Supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” Jangan buru-buru dimaksud dengan bertobat. Semua agama memakai istilah bertobat bagi orang yang masuk ke agamanya. Tetapi apakah disertai dengan memperoleh pengetahuan akan kebenaran? Di sini Paulus menekankan bahwa orang percaya yang berdoa bagi para pemimpinnya adalah orang-orang yang sungguh-sungguh telah yakin akan keselamatannya sehingga mengerti tentang kebenaran yang sesungguhnya, kemudian pada gilirannya ia terpanggil untuk menjadi alat Tuhan dalam mendoakan bangsa dan pemimpin-pemimpinnya. Sehingga upaya mewujudkan kedamaian, kesejahteraan hidup berbangsa adalah juga menjadi panggilannya sebagai orang percaya.

Refleksi:
Salah satu panggilan Tuhan bagi kita sebagai gereja adalah berdoa bagi bangsa, negara dan pemimpin kita, sebagai wujud konkrit kita mengambil bagian untuk peduli terhadap bangsa dan pemimpin kita. Sudahkah kita meluangkan waktu untuk berdoa bagi bangsa kita?

Tekad:
Tuhan berikan beban dalam hatiku agar aku dapat berdoa bagi bangsa dan pemimpin bangsa ini, sehingga bangsa ini boleh Engkau karuniakan kedamaian, kesejahteraan dan kasih.

Tindakan:
Selama momen bulan keluarga ini saya akan meluangkan waktu untuk berdoa bagi bangsa dan pemimpin bangsa ini walaupun aku sibuk.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*