suplemenGKI.com

RUMAH TUHAN

1 Tawarikh 17:1-6

 

Pengantar
                Kerinduan dari setiap orang untuk menetap atau tinggal di tempat yang nyaman menjadi bagian yang tak terelakkan. Maka banyak orang akan terus berjuang untuk mendapatkan tempat tinggal yang nyaman. Bagi orang yang mempunyai uang ia akan berusaha tinggal di tempat yang semakin lama semakin baik bahkan mewah. Bacaan hari ini menceritakan Daud yang menyadari bahwa ia sudah mendapatkan tempat nyaman maka ia rindu bahwa Tuhan juga dapat menempati tempat yang nyaman pula. Maka Daud berharap dapat membangun rumah untuk Tuhan.

Pemahaman

Ayat 1   : Apa yang dikatakan Daud kepada nabi Natan?

Ayat 2   : Apa jawaban nabi Natan kepada Daud?

Ayat 3-6: Apa yang Tuhan jawab melalui nabi Natan?

Dalam 1 Tawarikh 14:1, dijelaskan Daud mendirikan istananya dengan bahan-bahan yang baik dan tenaga-tenaga yang handal. Di dalam 1 Tawarikh 15, Daud juga menyiapkan kemah yang besar untuk menempatkan tabut Allah. Setelah tabut Allah ditempatkan di kemah tersebut, bangsa Israel memberikan persembahan korban bakaran dan korban keselamatan. Daud bersuka cita menyambut tabut Allah tersebut, karena Daud menyakini setiap kemenangan di dalam peperangan selalu ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Bahkan Daud memuji-muji Tuhan serta mengajak segala makhluk untuk menyembah kepada Tuhan.

Daud mengagumi Tuhan Yang membuat jalan hidupnya berhasil, maka setelah ia berada/tinggal di istananya, Daud mulai berpikir tentang Tuhan yang kehadiran-Nya diwakili oleh tabut Allah yang di tempatkan di kemah. Maka terusiklah hati Daud dan berkata kepada nabi Natan: “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, sedangkan tabut Allah ada di bawah tenda-tenda”. Ketika nabi Natan melihat apa yang dipikirkan Daud itu baik, maka ia menyetujui apa yang hendak diperbuat oleh Daud, yaitu membangun rumah untuk Tuhan.

Baru saja nabi Natan menyetujui keinginan Daud untuk membangun rumah Tuhan, malam harinya Tuhan berkata-kata kepada nabi Natan untuk di sampaikan kepada raja Daud.

Nabi Natan menyampaikan beberapa hal kepada raja Daud: Pertama, bukan Daud yang akan mendirikan rumah bagi Tuhan. Tuhan yang akan menentukan orang yang akan membangun rumah Tuhan, pesan yang jelas bukan Daud yang akan membangunnya. Kedua, Daud diingatkan bahwa Tuhan itu tidak pernah tinggal menetap di dalam rumah, namun Tuhan mengembara kemana-mana dari kemah-kemah dan dari kediaman-kediaman. Ketiga, Daud diingatkan bahwaTuhan tidak pernah menuntut umat-Nya untuk mendirikan rumah bagi-Nya.

Dalam bacaan ini kita diingatkan bahwa Tuhan tidak ingin dibatasi keberadaan-Nya hanya dengan sebuah bangunan saja, namun Tuhan keberadaannya bebas dan luas sekali serta tak terbatas. Tuhan tidak ingin manusia akhirnya hanya membanggakan dengan bangunan yang telah ia dirikan atas nama Tuhan. Namun Tuhan tetap berharap manusia ciptaan-Nya itu memuji dan menyembah Pribadi-Nya.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: Seberapa besar niat saudara untuk menghadirkan Tuhan dalam hidupmu? Apa yang sudah saudara lakukan untuk menghadirkan Tuhan dalam hidupmu? 

Tekadku
Ya, Tuhan sering kali kami menyatakan kerinduan untuk dekat dengan Tuhan hanya sebatas kata-kata saja, bahkan kami tidak pernah berusaha mewujudkan hadirnya Tuhan dalam hidup kami. Ampunilah dosa kami ya Tuhan dan perbaharuilah hidup kami, demi Kristus kami berdoa. Amin 

Tindakanku
Hari ini saya berpikir dan bertindak, untuk menghadirkan Tuhan dalam hidup ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«