suplemenGKI.com

Kesetiaan Tuhan untuk selamanya

1 Raja-raja 8:22-30

Pengantar
Berbicara soal kesetiaan, seringkali manusia mudah untuk berjanji namun sulit untuk menepatinya. Manusia cenderung untuk melihat dan mengikuti sesamanya, kalau dia setia maka aku setia, kalau dia tidak setia maka aku akan membalas untuk tidak setia. Bagaimana kesetiaan ini kita terapkan pada Tuhan dengan kondisi umatNya yang berubah-ubah?Pemahaman

Ay 22-23, Apa yang menjadi doa Salomo di depan mezbah Tuhan?

Ay 24-26, Apa yang menjadi pegangan Salomo dalam menjalankan kerajaannya?

Ay 27-30, Apa yang menjadi pengakuan Salomo terhadap kebesaran Tuhan dan apa yang menjadi permohonan doanya?

Raja Salomo diberi hak istimewa boleh mendirikan bait Allah, maka di hadapan mezbah Tuhan, Salomo mengakui kebesaran Tuhan bahwa di muka bumi ini tidak ada yang dapat sepertiĀ  Allahnya bangsa Israel, bahkan di langit di atas dan di bumi di bawah tidak ada yang seperti Tuhan. Tuhan yang senantiasa memelihara perjanjianNya dan kasih setia kepada hamba-hambaNya yang dengan segenap hatinya hidup di hadapanNya.

Bagi Salomo, Tuhan itu senantiasa berpegang pada janjiNya dan selalu menggenapi apa yang telah dijanjikanNya bahkan apa yang telah dijanjikanNya pada nenek moyangnya. Maka Salomo percaya bahwa Tuhan senantiasa memelihara umatNya yang hidup berkenan kepadaNya, sampai turun-temurun.

Salomo mengakui kekuasaan dan kebesaran Tuhan tidak mungkin dapat di tampung dalam Bait Allah yang didirikannya, karena alam semesta inipun tidak dapat memuatNYA. Kesadaran Salomo akan kekuasaanNya membuat Salomo berharap dengan kerendahan hati supaya Tuhan yang dahsyat tersebut mau mendengarkan doa umatnya diĀ  Bait Allah. Salomo berharap bahwa Bait Allah ini dapat membuat umat semakin dekat dengan Tuhan, karena di sanalah Tuhan hadir, memandang dan mendengarkan umatNya yang datang dengan kesungguhan hati.

Tuhan setia dan tidak pernah berubah dari dulu sampai selamanya, namun yang seringkali terjadi justru kita yang tidak setia kepadaNya. Mari kita bangun kehidupan yang senantiasa mencerminkan kesetiaan Tuhan kepada kita.

Refeksi
Renungkanlah: Kesetiaan Tuhan dalam hidupmu? Bagaimana kita menyikapi kesetiaan Tuhan yang tiada batasnya?

Tekad
Ya, Tuhan seringkali kami mengabaikan kesetiaanMu kepada kami, kami menganggap hal itu biasa saja, sehingga tidak terpacu untuk membalas cinta kasihMu. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini aku menyadari kesetiaan Tuhan, dan membalas dengan setia beribadah bersama maupun secara pribadi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«