suplemenGKI.com

Kamis, 19 Maret 2020

18/03/2020

HIKMAT & URAPAN ROH

 

1 Samuel 16 : 1-13

 

Pengantar
Orang yang dipakai Tuhan, pasti dikaruniai  hikmat dan urapan Roh. Tanpa hikmat, pelayanan tak bisa dijalankan secara maksimal dan kehendak Tuhan tak bisa dilaksanakan dengan sempurna. Tanpa pengurapan Roh, maka yang dilakukan seseorang bukanlah pelayanan, tetapi hanya kegiatan agamawi semata, tanpa arah. Bacaan Alkitab hari ini mengajak kita merenungkan hal itu.

Pemahaman 

  • Ayat 1-5       : Apa yang diperintahkan Allah kepada Samuel pada saat itu? Dan apa yang dilakukan Samuel saat itu?
  • Ayat 6-10     : Apakah yang terjadi dengan Samuel ketika berhadapan dengan putra-putra Isai saat itu?
  • Ayat 11-14   : Siapakah yang akhirnya dipilih dan diurapi menjadi Raja?

Samuel adalah seorang yang dikaruniai hikmat dan urapan Roh. Saat itu Samuel menghadapi dilema: ia harus menaati firman Tuhan untuk pergi mengurapi Daud, menggantikan Saul sebagai raja. Namun bila ia berterus terang akan misinya, Saul akan membunuh dia. Hikmat Tuhan menolong Samuel untuk menyatakan hal yang tepat. Dia diutus Tuhan untuk mengadakan upacara persembahan kurban. Nanti di tengah upacara tersebut, Tuhan akan menyatakan pengurapan-Nya. Hikmat Tuhan juga nyata ketika Samuel harus menemukan siapa di antara anak-anak Isai yang Tuhan pilih. Jelas kriteria Tuhan sangat berbeda daripada yang dipikirkan manusia: “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (ayat 7b)

Daud yang diurapi Tuhan melalui Samuel adalah pemimpin yang diurapi. Pernyataan Alkitab sangat jelas. “berkuasalah Roh TUHAN atas Daud” (ayat 13b). Pada saat yang sama, Roh Tuhan undur dari Saul (ayat 14). Memang pada masa Perjanjian Lama, Roh Kudus belum dicurahkan dalam hati orang percaya secara permanen. Roh Tuhan dicurahkan kepada orang-orang yang Tuhan pilih untuk melakukan tugas tertentu. Mereka yang tidak taat pada Tuhan akan mengalami nasib seperti Saul, ditolak Tuhan.

Apa yang nyata buat Samuel dan Daud seharusnya nyata pula buat kita hamba-hamba-Nya pada masa kini. Terlebih Roh Kudus sudah dicurahkan secara permanen di hati setiap orang percaya. Mari andalkan pimpinan Roh Kudus dan minta hikmat Allah dalam pelayanan kita agar apa yang kita kerjakan menjadi berkat bagi sesama.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah perjalanan karya pelayanan dan karya kehidupan Saudara. Apakah Saudara selalu merasa mendapatkan hikmat Tuhan dalam segala perkara? Apakah Saudara merasakan pimpinan Roh Kudus dalam seluruh karya kehidupan dan karya pelayanan?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk menjadi hamba yang berhikmat dan mau dipimpin Roh Tuhan. Jangan biarkan aku berjalan dalam rancangan dan kehendakku sendiri.

Tindakanku 

  • Aku mau terus mendekatkan diri pada Tuhan sehingga hatiku makin menyatu dengan hati Tuhan, pikiranku selaras dengan pikiran Tuhan.
  • Aku akan melanjutkan karya kehidupan dan karya pelayanan sesuai dengan kehendak dan pimpinan Roh Tuhan, bukan  menuruti keinginan dan ambisi pribadiku.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«