suplemenGKI.com

Kamis, 19 Maret 2015

18/03/2015

Yesus Terang Dunia

Yoh 8:12-20

 

Pengantar
Keadaan atau situasi terang pasti dibutuhkan di manapun kita berada. Namun apa jadinya kalau orang yang berjalan dalam kegelapan merasa bahwa mereka berjalan dalam terang. Tentu mereka merasa tidak memerlukan lagi terang itu. Dan menurut mereka tidak ada sesuatu yang perlu diterangi lagi. Hal ini yang nampak dalam pembicaraan Yesus dengan orang-orang Farisi.

Pemahaman
Ay 12, Apa yang dinyatakan oleh Yesus kepada orang banyak?

Ay 13-14, Tanggapan apa yang dilontarkan oleh orang-orang Farisi terhadappernyataan Yesus tesebut?

Ay 15-18, Apa yang Yesus katakan tentang kesaksian diriNya?

Ay 19-20, Bagaimana reaksi  orang-orang Farisi terhadap kesaksian Yesus tentang BapaNya?

Bagian bacaan ini di dahului dengan kisah tertangkapnya seorang perempuan yang sedang berbuat zinah oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Namun mereka tidak dapat menghukum sesuai dengan aturan Taurat, karena Yesus berkata: “Barang siapa diantara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini”. Setelah perkataan Yesus tersebut maka tidak ada seorangpun yang berani melemparkan batu kepada perempuan yang telah berbuat zinah tersebut.

Yesus  melihat bahwa  ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi masih hidup dalamkegelapan dunia, mereka suka mencari kesalahan orang lain dan berusaha menunjukkan diri sendiri sebagai orang yang hidupnya berlagak suci.

Maka dalam perikop ini Yesus menyatakan “Akulah terang dunia”, orang yang mempercayai Yesus dan menjadi pengikutNya tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan memiliki terang hidup.

Orang-orang Farisi menanggapi pernyataan Yesus sebagai kesaksian seorang pribadi saja.

Yesus mulai menjelaskan bahwa Ia ada di dunia ini karena diutus oleh Bapa dan Bapa selalu bersama-sama dengan Dia. Sehingga kalau Yesus memberikan suatu pernyataan maka itu berarti ada Yesus dan Bapa, maka kesaksian itu sah.

Mereka tidak memahami apa yang dikatakan oleh Yesus berkaitan dengan Bapa, karena mereka hanya melihat Yesus seorang diri tanpa Bapa, maka mereka bertanya dimanakah BapaMu?

Yesus menjawab bahwa mereka tidak mengenal Yesus dan tidak mengenal Bapa, seandainya mereka mengenal Yesus maka mereka juga mengenal Bapa.

Refleksi
Ambil waktu sejenak untuk merenungkan: Apakah saudara sudah mengenal Yesus dengan baik?

Apakah saudara sudah mendapatkan terang dari Tuhan Yesus?

Tekadku
Ya Tuhan Yesus, ajarlah aku semakin mengenal Engkau sebagai Terang Hidup, sehingga hidupku menjadi terang bagi sesamaku.

Tindakanku
Hari ini aku hidup dalam terang dengan cara, tidak mencari kesalahan orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«