suplemenGKI.com

Kamis, 19 Juli 2012

18/07/2012

TUHAN ADALAH GEMBALAKU

Mazmur 23

Bagaimanakah gambaran Saudara tentang TUHAN? Biasanya gambaran kita tentang TUHAN sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup kita bersama TUHAN. Sekarang  marilah kita belajar dari pengalaman hidup Daud bersama  TUHAN.

 Pendalaman Teks Alkitab

  • Mengapa Daud menggambarkan TUHAN sebagai Gembala?
  • Apa sajakah yang dialami Pemazmur dalam pengalaman hidup bersama TUHAN, Sang Gembala yang baik?
  • Apakah Saudara merasakan kehadiran TUHAN sebagai Gembala kehidupan?

 

Renungan

 

Daud memiliki pengalaman sebagai seorang gembala. Seperti apakah kehidupan gembala di Timur Tengah? Seorang gembala di Timur Tengah memiliki  peranan yag sangat penting dan tidak mudah. Untuk mendapatkan sepetak tanaman hijau dibutuhkan perjalanan melewati seribu petak tanah yang berbatu-batu dan berpadang tandus. Seorang gembala harus mengenal  setiap mata air, sumur, wadi dan sungai, memperhitungkan di mana masih terdapat rumput menurut musimnya, memelihara induk-induk domba yang sedang hamil atau menyusui  anak-anaknya yang belum  dapat berjalan jauh, menolong domba-domba yang terluka pada batu-batu tajam dan duri, menjaga agar domba tidak meninggalkan kawanannya ketika dalam perjalanan serta membela dan melindungi  kawanan domba dari  binatang buas dan pencuri. Tugas seorang gembala menuntut tanggungjawab yang besar sehingga peran gembala dipakai untuk menggambarkan karya pemeliharaan ALLAH atas manusia.
Dalam mazmur 23 ini, Daud menggambarkan TUHAN sebagai:
a.   Gembala yang menyediakan  rumput hijau dan air tenang
untuk diminum
.
Yang dimaksud air tenang adalah  air yang terbendung. Di sinilah  domba-domba dengan leluasa  tanpa bahaya apa pun dapat minum; bukan air dengan  aliran deras yang  bisa menghanyutkan domba yang jatuh ke dalamnya. Dengan demikian domba-domba disegarkan. Daud berkata “Oleh Sang Gembala, disegarkannya jiwaku”. Kalimat ini mengandung makna: “ Ia membawa pulang nafasku” : daya hidup yang hilang dalam  perjalanan yang sulit.

b. Gembala yang menuntun ke jalan yang benar.
Daud menggambarkan TUHAN sebagai Gembala yang selalu menuntunnya sekalipun  di lembah kekelaman, dijurang yang berlekuk-lekuk yang jarang dilewati orang, di tempat yang gelap gulita  dan penuh sengsara, dalam bayang-bayang maut. Di tempat seperti itu domba-domba biasanya  akan tersesat, jatuh dan mati atau menjadi mangsa binatang buas yang sedang kelaparan. Namun domba tidak takut sebab Sang Gembala  selalu menuntun dan menyertai.
c.
Kepala rumah tangga  yang menerima seorang yang diburu-buru oleh lawannya sebagai tamunya.

Daud menghayati dirinya diterima sebagai tamu: yang mana perjamuan disediakan; hidangan disiapkan, kepalanya diurapi  dengan minyak zaitun sesuai dengan adat kebiasanan pada hari raya. Jamuan yang penuh sukacita ini diadakan di depan Bait suci pada hari raya dan menjadi tanda cinta kasih TUHAN.

Sungguh luar biasa penyertaan TUHAN bagi umat-Nya. Apakah Saudara merasakannya?

Mari syukuri karya penggembalaan TUHAN dengan menyanyi KJ 415

Gembala baik bersuling nan merdu membimbing aku pada air tenang,
Dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan

Refrein: O Gembalaku itu TUHAN-ku, membuat aku tentram hening
Mengalir dalam sungai kasihku, kuasa damai cerlang bening

 Doa:
TUHAN, tolonglah aku agar dapat menjadi domba yang mengimani dan mensyukuri karya penggembalaan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«